Breaking News:

Turunkan Defisit Rp 29 Miliar, BPKAD Kota Serang Berharap Bisa Menutup dari Dana SILPA

Namun di pertengahan tahun rencana akan menutup devisit dari sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA), ternyata tahun lalu hanya Rp 50 miliar.

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu Budhi Kristiawan 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG- Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wachyu Budhi Kristiawan mengatakan merencanakan anggaran Kota Serang defisit Rp 80 miliar di awal tahun 2021.

Namun di pertengahan tahun rencana akan menutup devisit dari sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA), ternyata tahun lalu hanya Rp 50 miliar.

"Maka kami harus menurunkan defisit ke angka Rp 50 miliar supaya bisa ditutup oleh SILPA itu pemikiran pertamanya, perubahan APBD boleh menggeser, menambah, berkurang dan seterusnya sepanjang ada pendapatannya," ujarnya saat ditemui awak media, Selasu (19/10/2021).

Wachyu mengatakan, dana APBD tahun 2021 diterapkan di akhir tahun sebelumnya, kemudian di pertengahan boleh diubah.

"Kita harus memangkas defisit dari Rp 80 miliar ke Rp 50 miliar caranya kita harus menambah pendapatan atau mengurangi belanja itu yang harus dilakukan dalam APBD, defisitnya harus dikurangi Rp 29 miliar dari Rp 80 miliar sekian menjadi Rp 50 miliar koma sekian," jelasnya.

Baca juga: Kadinsos Kota Serang: Tak ada Bantuan Sosial yang berasal dari APBD Kota Serang, Hanya dari Kemenkes

"Tahun lalu juga tidak menambah justru berkurang kita menggeser beberapa pos yang kemungkinan tidak kita kerjakan ke pos yang lain misalnya belanja pegawai, di tengah jalan ada kemungkinan yang akres terhadap gaji itu ditentukan 2,5 persen," sambungnya.

Saat pertengahan tahun, tidak ada penerimaan pegawai, sehingga angka kekosongan itu bisa untuk menutup defisit.

"Kalau jumlahnya besar bisa menutup defisit Rp 29 miliar tadi, Raperda perubahan APBD tercantum Rp 40 miliar, saat kami menyampaikan ada surat dari provinsi sehingga kami sampaikan pada badan anggaran harus Rp 25 miliar," katanya.

"Berbeda dengan waktu diserahkan kemarin, sekarang sudah, defisit belum masuk, kemarin kita harus mengusulkan ulang, kerja sama antar-daerah Rp 8,4 miliar terhitung empat bulan itu dari Tangerang Selatan, dana dana lain-lain Rp 11,8 miliar," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved