Breaking News:

Polemik PCR Syarat Naik Pesawat: Satgas Covid-19 IDI Nilai Penting Hasil Tes, Berikut Penjelasannya

Calon penumpang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, wajib membawa surat tes PCR sebagai syarat penerbangan ke Jawa-Bali.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. Saat libur panjang pekan lalu, bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II mencatat rekor saat masa pandemi virus corona ini. 

TRIBUNBANTEN.COM - Calon penumpang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, wajib membawa surat tes PCR sebagai syarat penerbangan ke Jawa-Bali.

Aturan tes PCR itu mulai berlaku pada Minggu 24 Oktober 2021.

Aturan tes PCR itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 dan SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 85 Tahun 2021.

Kewajiban membawa hasil tes PCR itu berlaku bagi penumpang pesawat ke daerah Jawa-Bali yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap atau dua kali.

Dalam aturan baru, penumpang pesawat yang melakukan perjalanan baik berasal maupun bertujuan ke daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).

Selain itu, penumpang juga harus melampirkan hasil tes PCR negatif yang diambil kurun waktu 2x24 jam.

Kebijakan soal tes PCR ini pun menuai polemik, karena disebut semakin memberatkan masyarakat padahal situasi penanganan Covid-19 Indonesia semakin pulih.

Namun, pendapat berbeda datang dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban.

Zubairi menilai kebijakan baru soal tes PCR negatif itu penting.

Ia mengingatkan, meskipun sudah divaksin, hal itu tidak menutup rapat penyebaran virus Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved