Tingkatkan Pelayanan, Bank Banten Segera Masuki Fase Baru dalam Transformasi Digital
Bahkan pelayanan digital PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) yang bekerja sama dengan Amazon Web Services tersebut, bakal segera meluncur.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - PT Bank Banten Tbk segera memasuki fase baru dalam statusnya setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyetujui pemisahan Bank Banten dari pemegang saham pengendali sebelumnya, yaitu PT Banten Global Development (BGD).
Bahkan pelayanan digital PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) yang bekerja sama dengan Amazon Web Services tersebut, bakal segera meluncur.
Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudi mengungkapkan, saat ini perseroan sedang mengembangkan layanan digital tersebut.
"Masih terus kita kembangkan guna mempermudah layanan terhadap nasbah," katanya, Jumat (22/10/2021).
Agus menambahkan bahwa pandemi Covid-19 mempercepat industri perbankan untuk meluncurkan layanan digital agar mampu bersaing.
Baca juga: Bank Banten Bekerja Sama dengan Asuransi Reliance Indonesia, Debitur Mendapatkan Perlindungan
"Pembatasan sosial menyebabkan aktivitas perbankan harus dilakukan melalui gawai, tak lagi datang ke kantor cabang," katanya.
Selain itu, kata Agus sebagi bank pembangunan daerah yang dimiliki Pemprov Banten, harus bisa bersaing dengan pasar dan akan masuk ke layanan digital banking tersebut.
"Sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten," ujarnya.
Hal tersebut guna membahas sejumlah inisiasi yang bisa dikembangkan dalam layanan BEKS membentuk ekosistem keuangan di Banten.
"Pengembangan layanan digital Bank Banten ke depan punya potensi yang besar," katanya.
Baca juga: Komisaris BEI Pandu Patria Sjahrir Apresiasi Bank Banten Melakukan Investasi Teknologi
Selain captive, market utama Bank Banten adalah kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), provinsi Banten juga dikeliling sejumlah industri strategis, di antaranya industri baja, industri petrokimia hingga pemain properti besar, ditambah fasilitas pendukung lainnya seperti bandara internasional dan pelabuhan.
Menurutnya, Potensi itu harus dipahami dan disadari untuk bisa menjadi pendorong kemajuan Bank Banten dan mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Secara demografi, Banten tempat transait Sumatera dan Jawa, banyak sekali potensi yang ada di sana, utara industri, selatan pertanian dan pariwisata, pengembang besar di sana," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/dirut-bank-banten.jpg)