Breaking News:

Virus Corona di Banten

Siswa SD di Kota Tangerang Boleh Ikut PTM Asalkan Anggota Keluarga Sudah Divaksin Semua

PTM yang digelar terbatas tersebut setidaknya akan diikuti oleh 45 sekolah negeri dan swasta yang ada di Kota tangerang.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Tribunbanten.com
ILUSTRASI siswa SD mulai diizinkan menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) 

TRIBUNBANTEN.COM - Siswa SD di Kota Serang sudah diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) mulai esok hari, Senin (25/10/2021).

PTM yang digelar terbatas tersebut setidaknya akan diikuti oleh 45 sekolah negeri dan swasta yang ada di Kota tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan pelaksanaan TPM untuk tingkat SD ini dilakukan secara bertahap.

"Di Kota Tangerang ada 448 sekolah dasar. Semuanya dapat menjalankan PTM, namun secara bertahap," jelas Jamaluddin, Minggu (24/10/2021).

"Untuk tahap satu atau minggu pertama buka 10 persen dulu, tahap kedua 20 persen, ketiga 20 persen," sambungnya.

Bila lancar, dirinya menaruh target dua bulan ke depan PTM SD di Kota Tangerang dapat berjalan 100 persen.

Baca juga: PTM Terbatas untuk SD Segera Digelar, Pelajar Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid

Jamaluddin menjelaskan, semua siswa dapat mengikuti PTM, apabila mendapatkan persetujuan dari orang tua maupun wali murid masing-masing.

Sekolah juga perlu memastikan, keluarga atau kerabat yang berada satu rumah dengan siswa sudah menerima vaksin dosis satu dan dua.

Jika belum, siswa hanya dapat mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah

"Seperti yang kita ketahui, anak di bawah umur 12 tahun belum bisa menerima vaksin. Untuk itu, demi keselamatan dan kesehatan bersama, maka orang tua, kakak dan seluruh keluarga yang tinggal satu rumah sudah divaksin lengkap. Ini menjadi syarat utamanya, jika ingin mengirimkan anaknya melakukan PTM," papar dia.

Protokol kesehatan di sekolah semakin diperketat guna menghindari penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster sekolah.

Tentunya dengan disiplin mengenakan masker selama berada di sekolah, tidak memperkenankan kantin buka.

Baca juga: Rentan Tertular Covid-19 saat PTM, Pelajar Harus Disiplin Terapkan Prokes dan Divaksinasi

Kemudian memberlakukan sistem antar-jemput oleh pihak keluarga.

"Kita batasi waktu pembelajaran di sekolah hanya boleh 3 jam. Setelah pembelajaran selesai, anak-anak diharuskan langsung kembali ke rumah," papar Jamaluddin.

"Untuk sementara ini, tidak ada kegiatan lain, seperti ekstrakurikuler di luar jam pembelajaran," tutupnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved