Breaking News:

BKKBN Ajak Kampus Terjunkan Mahasiswa Dampingi Masyarakat dalam Penanganan Stunting

Pemerintah terus menggencarkan target penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia menjadi 14 persen di tahun 2024.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam acara Simposium Nasional Stunting 2021 Kerja Sama antara BKKBN dan Tanoto Foundation yang digelar virtual, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah terus menggencarkan target penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia menjadi 14 persen di tahun 2024.

Sebagai upaya mencapai target itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng sejumlah perguruan tinggi.

Baca juga: BKKBN Banten Kejar Penurunan Angka Stunting, Berikut 6 Sasaran Strategis yang Harus Dicapai

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung penuh dan membantu kementerian dan lembaga untuk menyampaikan semua sentuhan spesifik maupun fisik kepada keluarga

Kerja sama ini tertuang dalam program Kampus Merdeka, yakni mahasiswa akan menjalankan kuliah sebanyak 20 SKS dengan tema seputar keluarga dan stunting.

Kegiatan mahasiswa sendiri meliputi proyek membangun desa dan kemanusiaan dengan melakukan pengabdian masyarakat dan KKN tematik.

"Ada 11 perguruan tinggi awal yang sudah bergabung dengan pengentasan stunting ini. Segera perguruan tinggi yang lainnya bisa nanti menyusul," kata Hasto dalam acara Simposium Nasional Stunting 2021 Kerja Sama antara BKKBN dan Tanoto Foundation yang digelar virtual, Selasa (26/10/2021).

Hasto mengatakan, peran perguruan tinggi dan mahasiswa dalam pengentasan stunting ini sangat diharapkan untuk penguatan perencanaan dan penganggaran, peningkatan kualitas, pelaksanaan kegiatan maupun juga peningkatan kapasitas coaching dan mentoring serta advokasi kepada pemerintah desa dan juga masalah-masalah yang terkait dengan data penanganan stunting.

Menko PMK Muhadjir Effendi melanjutkan, kerja sama antara perguruan tinggi dengan BKKBN dapat memperkuat penanganan stunting dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif dari calon calon pengantin termasuk yang sekarang pada menjadi mahasiswa dan mahasiswi.

Penanganan stunting harus dimulai dari level bawah yakni memberi pemahaman yang baik terkait keluarga dan stunting pada setiap individu yang akan berumah tangga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved