Breaking News:

Pendapatan PLN Naik 4,7 Persen hingga September 2021 Jadi Rp 204,65 Triliun

Adapun volume penjualan listrik juga naik 4,4 persen menjadi 189,7 tWh hingga kuartal III 2021 (year on year).

dokumentasi PLN
Pendapatan PLN hingga September 2021 naik 4,7 persen menjadi Rp 204,65 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp 195,47 triliun. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pendapatan PLN hingga September 2021 naik 4,7 persen menjadi Rp 204,65 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp 195,47 triliun.

Kenaikan pendapatan itu sebagai dampak positif meningkatnya konsumsi listrik nasional.

Pencapaian ini tak lepas atas keberhasilan PLN mendorong konsumsi listrik nasional dengan berbagai program unggulan.

Sepanjang Januari-September 2021, jumlah pelanggan PLN meningkat sebanyak 2,6 juta pelanggan menjadi 81,6 juta pelanggan.

Baca juga: PLN Bantu Dongkrak Produktivitas dan Efisien, 148.290 Petani Gabung Program Electrifying Agriculture

Adapun volume penjualan listrik juga naik 4,4 persen menjadi 189,7 tWh hingga kuartal III 2021 (year on year).

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan pencapaian ini tak lepas dari strategi creating demand yang ditempuh melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui berbagai bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Misalnya promo Super Dahsyat pada yang digulirkan memperingati Hari Listrik Nasional ke-76.

Menurut dia, rangkaian program promo tambah daya yang dilakukan PLN sepanjang tahun ini disambut antusias pelanggan.

Baca juga: PLN Buka Peluang Kerja Sama Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, Banyak Insentif Menarik

"Penambahan daya ini membuat pelanggan lebih produktif dan penggunaan listrik meningkat," kata Bob. 

Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle.

Seperti mendorong ekosistem dan penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN melalui program win back.

Yaitu mengakuisisi captive power atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN agar perusahaan dapat berfokus pada bisnis intinya.

Hingga September 2021, jumlah pelanggan program Electrifying Agriculture telah mencapai 148.290 pelanggan dengan daya terpasang 2.553 MVA.
Hingga September 2021, jumlah pelanggan program Electrifying Agriculture telah mencapai 148.290 pelanggan dengan daya terpasang 2.553 MVA. (dokumentasi PLN)

Cara lainnya adalah dengan melihat ceruk pasar yang masih potensial dengan program Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan.

"Program-program ini terbukti mampu membantu para petani, peternak, nelayan, hingga pelaku industri menjadi lebih produktif dan efisien sehingga kesejahteraan mereka bisa meningkat," ucap Bob.

Menurut Bop, sejumlah strategi yang dilakukan PLN merupakan bentuk dukungan perseroan dalam menggerakkan perekonomian dengan menghadirkan listrik untuk kegiatan-kegiatan produktif.

Bob juga meyakini dengan sejumlah strategi tersebut, kinerja perseroan bakal semakin membaik hingga akhir tahun.

"Bagi kami yang terpenting, hadirnya listrik bisa membantu memudahkan seluruh aktivitas masyarakat, meningkatkan kesejahteraan serta membantu menggerakkan perekonomian nasional," kata dia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved