Breaking News:

Ragam Cerita Warga Tangerang Korban Pinjol: Teror Buat Istri Stres Saat Hamil & Pinjaman Membengkak

Dua warga Tangerang menjadi korban kejahatan jaringan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Editor: Glery Lazuardi
Dok. Polres Metro Jakbar
Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Dua warga Tangerang menjadi korban kejahatan jaringan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Udin dan Rahmat menceritakan pengalaman masing-masing ketika terjerat pinjol.

Udin bersama dengan istrinya mengalami teror pihak pengelola pinjol ilegal.

Padahal mereka tidak pernah mengakses aplikasi pinjaman.

Teror itu terjadi ketika istri Udin sedang mengandung anak pertama dalam usia kandungan lima bulan.

"Saya pernah menjadi korban teror pinjol bahkan sampai mencemarkan nama baik saya dan istri. Padahal, saya sama sekali tidak pernah mengajukan atau bahkan mengakses aplikasi ilegal itu," kata Udin.

Baca juga: Polisi Kembali Gerebek Pinjol Ilegal di Cengkareng, Ada Karyawan Kepergok Ancam Nasabah Pakai Santet

Teror yang dialaminya itu adalah pesan singkat yang mengatasnamakan istrinya memiliki utang terhadap aplikasi pinjol.

Selain meneror nomor milik Udin dan istri, teror juga dikirimkan ke kontak-kontak kerabat, yang tersimpan pada ponsel mereka.

Hal tersebut membuat Udin geram bahkan sempat terpikirkan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Lantaran teror ganas itu, sampai menyebabkan stress istrinya yang sedang hamil.

"Lebih dari 30 pesan singkat, WhatsApp, telepon masuk ke HP saya dan istri, yang isinya menjelaskan kalau istri saya punya utang dan menyuruh bayar. Yang bikin lebih bingung, teror itu masuk sampai ke nomor teman, keluarga dan teman kerja yang tersimpan di kontak HP," bebernya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved