Breaking News:

Razia di Depan Mapolres Serang Kota, Remaja Kedapatan Bawa Miras Oplosan, Ngakunya Jamu untuk Pegal

Remaja itu berdalih minuman yang dibawanya adalah jamu untuk menghilangkan pegal.

Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Polisi bertanya kepada seorang remaja yang terkena razia kendaraan di Mapolres Serang Kota, Selasa (26/10/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Seorang remaja asal Ciruas, Kabupaten Serang, kedapatan membawa minuman keras oplosan, Selasa (26/10/2021) malam.

Dia kedapatan membawa minuman keras yang dikemas dalam bungkus plastik es saat polisi menggelar razia di depan Mapolres Serang Kota.

Remaja itu berdalih minuman yang dibawanya adalah jamu untuk menghilangkan pegal.

Dia mengaku minuman tersebut akan diminum di Ciruas bersama rekan lainnya. 

Kabag Ops Polres Serang Kota AKP Yudha pun meminta remaja itu untuk tidak mengulangi lagi membawa minuman keras oplosan.

Remaja itu dikenai tilang karena knalpot yang digunakan tidak standar dan bising.

Baca juga: Tak Beri Ruang Bagi Pelaku Balap Liar dan Begal, Anggota Polres Serang Kota Rutin Razia Tiap Malam

Polres Serang Kota menggelar razia di depan Mapolres mulai Sabtu sampai menjelang pemilihan kepada desa di Kabupaten Serang.

Kapolres Serang Kota, AKBP Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan razia bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan tenteram di wilayah Kota Serang.

"Kegiatan ini untuk menciptakan Kota Serang aman, tertib mulai dari kendaraan, dan imbauan kepada yang nongkrong, yang sudah melebih jamnya kita bubarkan," katanya. 

Baca juga: Razia di Pasar Rau, Polres Serang Kota Sapu Puluhan Botol Miras dan Oplosan

Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Ops dan Kasatlantas Polres Serang Kota.

Selain itu, ada pula pengendara yang terkena razia hendak melarikan diri dan hampir menabrak petugas polisi yang berjaga.

"Pengendaranya tidak hati-hati, khawatir dan hampir menyenggol," ucapnya.

Polisi akan menilang pengendara roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar dan harus diganti.

"Kendaraannya kami tahan, atau STNK kami tahan," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved