Breaking News:

Gara-gara Berselisih, Pengamen Jalanan Celurit Warga hingga Terkapar di Pasar Tangerang

BY (24), pengamen warga Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, menganiaya seorang warga menggunakan sebilah celurit.

Editor: Glery Lazuardi
Surya Malang
Ilustrasi celurit 

TRIBUNBANTEN.COM - BY (24), pengamen warga Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, menganiaya seorang warga menggunakan sebilah celurit.

BY ditangkap setelah menganiaya MN (23), pria warga Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, di Jalan Raya Mauk Timur, Kecamatan Mauk.

"Usai menganiaya korban, pelaku berusaha melarikan diri. Namun berhasil diamankan petugas dan beberapa warga," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, di Gedung Presisi Polresta Tangerang, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Inspektorat Kota Tangerang Periksa Oknum Satpol PP yang Kepergok Tanpa Busana Bareng PSK saat Razia

Insiden itu berawal pada saat korban hendak pulang setelah dari Pasar Mauk.

Di lokasi kejadian, korban berpapasan dengan pelaku dan terjadi perselisihan.

Kemudian pelaku mengeluarkan celurit dari dalam tasnya menyabetkannya ke perut korban.

"Akibat perbuatannya, korban mengalami luka di bagian perut dan harus mendapatkan perawatan medis," ucapnya.

Tersangka BY kemudian segera dibawa ke Mapolsek Mauk untuk kepentingan penyelidikan.

Sedangkan barang bukti celurit kini sudah diamankan petugas.

Penyidik, kata Wahyu, masih terus melakukan pemeriksaan guna mengungkap motif tersangka melakukan tindakan itu.

"Masih dalam pemeriksaan. Apa motif tersangka? Apakah saling kenal atau tidak? Dan lainnya kami masih dalami," ujar Wahyu.

Atas perbuatannya, tersangka BY dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Perut Disabet Celurit, Warga Mauk Ambruk Bersimbah Darah Diserang Pengamen di Pinggir Jalan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved