Breaking News:

Cerita Kusnaedi, Warga Walantaka yang Mengolah Jus Buah Mengkudu hingga Ekspor ke Korea Selatan

Setiap satu tahun sekali, Kusnaedi merogoh kocek Rp 40 juta untuk membeli pupuk organik sesuai standar internasional.

Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Kusnaedi, warga RT 03/01 Kampung Pengasinan, Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mengolah mengkudu menjadi jus dan diekspor ke Korea Selatan. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pada 2019, Kusnaedi mengekspor olahan jus buah mengkudu ke Korea Selatan sebanyak 20 ton sebulan.

Warga RT 03/01 Kampung Pengasinan, Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, ini memulai mengolah mengkudu menjadi jus pada 2018.

Dia mengolah jus buah mengkudu di rumahnya dengan mendirikan home industry bernama Pecinta Kesucian Jiwa (PKJ).

Usahanya itu memiliki kriteria B standar internasional.

Sebelum merintis usaha mengolah mengkudu menjadi jus, pria berusia 56 tahun ini hanya mengirimkan buah itu ke perusahaan di Cikarang sejak 2002.

Baca juga: Agar Makin Berkembang, Pengusaha Tempe di Cilegon Dikenalkan Teknologi QRIS

Dia memiliki kebun organik buah mengkudu seluas empat hektare di Cinangka, Kabupaten Serang, dan 12 hektare di Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Setiap satu tahun sekali, Kusnaedi merogoh kocek Rp 40 juta untuk membeli pupuk organik sesuai standar internasional.

"Setiap dua sampai tiga minggu sekali memanen buah mengkudu," ujarnya kepada TribunBanten.com di rumahnya, Minggu (31/10/2021)..

Pada 2018 dia berinisiatif membuat minuman olahan jus mengkudu dan memperoleh pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved