Breaking News:

Pembangunan Sanitasi untuk Pelajar di Serang Menurun, Banyak Siswa Memilih Buang Besar Air di Kebun

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang meminta kepada Kemendikbud agar dapat mengucurkan anggaran guna pembangunan sanitasi

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Suasana di ruang rapat Brigjen Syam'un dalam rangka kunjungan kementrian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Republik Indonesia, Kamis (4/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat mengucurkan anggaran guna pembangunan sanitasi.

Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi yang mengatakan bahwa pembangunan sanitasi di tingkat sekolah mulai dari PAUD, SD, hingga SMP belum dapat teralisasi secara keseluruhan.

Hal tersebut lantaran anggaran harus direfocusing guna pandemi Covid-19.

Sehingga hal tersebut tidak memungkinkan masyarakat atau para siswa untuk memilih buang air besar di kebun atau 'dolbon'.

"Pembangunan sanitasi saat pandemi Covid-19 pun tidak sebanyak tahun sebelum-sebelumnya karena banyak anggaran yang dialihkan," katanya saat di ruang rapat Brigjen Syam'un dalam rangka kunjungan kementrian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Republik Indonesia, Kamis (4/11/2021).

Ia pun memparkan bahwa mulai dari tahun 2017, 2018, dan 2019 pembangunan sanitasi pada satu kecamatan dibeberapa sekolah paling tidak dibangun sebanyak 29 sanitasi pertahunnya.

Baca juga: Pengadaan Toilet 18 SD Kota Serang, Masing-masing Rp 134 Juta, Kadindikbud: Jangan Dilihat Mahalnya

Namun semenjak pandemi Covid-19 hanya mencapai empat sampai lima sanitasi sementara sekolah pun memang sangat membutuhan sanitasi tersebut.

Menurutnya pembangunan sanitasi sangatlah penting juga terutama dalam mendukung program kesehatan bagi anak-anak.

Maka dari itu ia berharap pada Kemendikbud untuk memberikan perhatiannya pada daerah-daerah terutama sekolah yang masih membutuhkan sanitasi yang layak.

"Jangan hanya wilayah timur saja yang dibangun namun daerah-daerah yang masih membutuhkan juga, perlu adanya pembangunan," tambahnya.

Menurutnya jika sanitasi di sekolah sudah terpenuhi maka nanti akan dapat merubah sikap masyarakat kedepan agar tidak melakukan dolbon kembali.

"Selain itu juga akan berdampak kepada pengembangan kesehatan di masyarakat nantinya," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Pandeglang Anggarkan Rp 104 Juta untuk Pembangunan Empat Toilet di Sekolah

Dia berharap agar nantinya Kemendikbud bisa memperhatikan kesehatan siswa-siswa dengan dibangunnya sejumlah sarana sanitasi di Sekolah.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved