Breaking News:

News

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Menjelang Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Hal Ini

Pemerintah mengantisipasi soal geombang ketiga Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

kompas.com
Ilustrasi pemakaman korban Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah mengantisipasi soal geombang ketiga Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Melansir Tribunnews, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menuturkan kebijakan yang dipersiapkan antara lain memotong cuti bersama 24 Desember 2021 hingga melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengambil cuti.

Ia juga meminta masyarakat berpartisipasi aktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera vaksinasi.

“Peningkatan mobilitas dikhawatirkan akan memicu terjadinya lonjakan kasus seperti saat libur akhir tahun 2020. Kita tidak ingin pengalaman itu kembali terulang," kata Johnny kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

"Kita ketahui pula, kenaikan kasus sudah terjadi di beberapa daerah. Meskipun angka tersebut rendah tapi tentu saja butuh perhatian kita bersama untuk berusaha mengantisipasinya,” tambahnya.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Diminta untuk Siapkan Diri, Kemungkinan Gelombang Ketiga Covid-19 pada Akhir 2021

Pemerintah menekankan, penerapan kebijakan dan langkah intervensi tetap harus diiringi dengan percepatan dan perluasan vaksinasi.

Penguatan 3T (tracing, tracking, treatment) tidak bisa ditawar agar kasus Covid-19 dapat terkendali.

“Kami harapkan masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan yang ditetapkan, karena pencegahan gelombang ketiga Covid-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Johnny.

Periode libur panjang seperti Nataru ini berpotensi kembali meningkatkan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Nakes Diminta Persiapkan Diri, PB IDI Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi Akhir Tahun 2021

 
Pemerintah menyiapkan kebijakan yang mengatur pergerakan masyarakat di pusat perbelanjaan, lokasi wisata, sarana transportasi, dan tempat-tempat lain yang berpotensi mengalami peningkatan mobilitas dan memunculkan kerumunan.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman menuturkan Nataru menjadi ancaman level moderat.

Dicky meyakini, gelombang ketiga yang ditimbulkan akibat Nataru tidak akan melebihi kondisi penularan dan angka kematian yang tinggi seperti gelombang kedua.

"Selama variannya tidaklah lebih atau sama dari delta tidak akan parah. Ini sementaara kita repsonnya seperti ini," tuturnya.

Dia masih memantau varian-varian baru yang levelnya lebih dari delta di tingkat global.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang Capai 70 Persen

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved