Breaking News:

Terancam Digugat Komite Wasit PSSI, Najwa Shihab Pasang Foto Bareng 2 Jenderal, Begini Katanya

Najwa Shihab, pembawa acara Mata Najwa, menegaskan akan tetap merahasiakan narasumber di acara Mata Najwa episode #PSSIBisaApa jilid 6.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa via tribunnews
Najwa Shihab Swa Foto dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan mantan ketua Satgas Anti Mafia Bola, yang kini menjabat Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo 

TRIBUNBANTEN.COM - Najwa Shihab, pembawa acara Mata Najwa, menegaskan akan tetap merahasiakan narasumber di acara Mata Najwa episode #PSSIBisaApa jilid 6.

Penegasan itu disampaikan melalui akun media sosial Instagram miliknya.

Baca juga: PSSI Gugat Mata Najwa ke Pengadilan, Demi Ungkap Identitas Wasit Pengatur Skor

Berikut tulisan Najwa Shihab di akun Instagram miliknya:

Ketua Komdis PSSI Ahmad Riyadh berkali-kali meminta @matanajwa membuka identitas narasumber pengaturan skor dalam episode #PSSIBisaApa jilid 6. Ahmad Riyadh juga menyebut Mata Najwa sebagai tempat berlindung para pelaku kejahatan sepakbola.

Saya menolak permintaan tersebut karena menghormati hak narasumber yang menghendaki anonim. UU No 40 tahun 1999 (UU Pers) memberi pers “hak tolak” yaitu “hak wartawan karena profesinya, untuk menolak mengungkapkan nama atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakannya”.

Hak tolak ini tidak serampangan diberikan kepada pers. Lebih jauh, panduan Kode Etik Jurnalistik yang telah disahkan oleh Dewan Pers menjelaskan bahwa hak tolak itu bertujuan “demi keamanan narasumber dan keluarganya”. Jadi, hak tolak ini memang untuk menjamin kemerdekaan pers, juga memungkinkan pers menjangkau informasi penting yang mungkin tidak akan pernah bisa diungkap kepada publik jika narasumber tak mendapat proteksi memadai.

Judul #PSSIBisaApa pada dasarnya kritik terhadap PSSI yang punya sumber daya berlimpah, akses dan pengetahuan yang mencukupi untuk memperbaiki segala kekacauan sepakbola, termasuk dalam pengaturan skor.

Para pelaku yang sudah disanksi dalam kasus Perserang sudah sangat cukup sebagai pintu masuk untuk menggeledah sampai ke akarnya. Bahwa kepolisian harus memainkan perannya, itu sudah sangat jelas, sama jelasnya dengan peran dan tanggungjawab yang mestinya dipenuhi PSSI.

#MataNajwa sejak 10 tahun lalu kerap kali mengangkat soal PSSI. Sejak kepemimpinan Nurdin Halid hingga kini. Memang ruwet. Dan bikin sumpek. Masih untung hari-hari ini ada yang bikin gembira. Arsenal yang lagi berjaya.

Baca juga: RESMI PSSI Laporkan Dugaan Pengaturan Skor Perserang ke Polda Metro Jaya, Cari Sosok Mr X

Selain memposting sikapnya, dia juga memposting foto bersama dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran dan Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved