Breaking News:

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes, Enam Tenaga Honorer Biro Kesra Banten Bersaksi di Pengadilan

Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten tahun anggaran 2018 dan 2020 kembali digelar, pada Senin

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten tahun anggaran 2018 dan 2020 kembali digelar, pada Senin (8/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten tahun anggaran 2018 dan 2020 kembali digelar, pada Senin (8/11/2021).

Sidang beragenda pemeriksaan saksi itu digelar di Ruang Sidang Sari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang.

Sebanyak lima orang diproses hukum terkait dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten tahun anggaran 2018 dan 2020.

Mereka yaitu, Irvan Santoso mantan Kabiro Kesra Provinsi Banten, Toton Suriawinata Kabag Sosial dan Agama pada Biro Kesra Provinsi Banten.

Epieh Saepudin Pimpinan Ponpes di Pandeglang, Tb. Asep Subhi Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Pandeglang dan Agus Gunawan THL Pemprov Banten.

Baca juga: Eks Kepala Cabang BKI Cilegon Jadi Tersangka Korupsi Proyek Fiktif, Uangnya untuk Entertainment

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi dari tenaga honorer pada Biro Kesra Provinsi Banten.

Keenam saksi itu yakni Khairul Ruslan, Ahmad Gaos, Sri Mulyati, Epi Apriana, A. Bayu Susanto dan Oktarina Puspita Sari.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Slamet Widodo.

Para saksi dihadirkan untuk dimintai keterangan mengenai kasus dugaan korupsi dana hibah Tahun 2020 yang anggarannya mencapai sekitar Rp 117 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved