Breaking News:

Terungkap Penyebab Tamu Hotel di Pandeglang Meninggal Tak Berbusana, Ada Pendarahan di Otak

Jenazah berjenis kelamin pria yang diketahui berinisial AB (45) ditemukan tewas dalam posisi terlentang dan tanpa busana di atas kasur

Editor: Yudhi Maulana A
Tribunnews.com
Ilustrasi mayat 

TRIBUNBANTEN.COM -  Pihak Polres Pandeglang mengungkapkan penyebab meninggalnya pengunjung tanpa busana yang ditemukan di sebuah kamar hotel di Pandeglang.

Jenazah berjenis kelamin pria yang diketahui berinisial AB (45) ditemukan tewas dalam posisi terlentang dan tanpa busana di atas kasur pada Selasa (9/11/2021) oleh seorang pegawai hotel.

Pegawai hotel menemukan pria asal Kabupaten Lebak, Banten ini dalam kondisi terbujur kaku tanpa menggunakan busana.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah menyampaikan bahwa korban masuk ke hotel Pandeglang Raya pada Senin (08/11) jam 09.27 WIB.

Kemudian pada hari Selasa (09/11) jam 06.30 Wib petugas hotel mengetuk kamar tetapi tidak ada jawaban.

Baca juga: Tamu Hotel di Pandeglang Ditemukan Tak Bernyawa dan Tak Berbusana di Atas Kasur

"Lalu sekitar jam 14.20 WIB petugas hotel kembali ke kamar untuk menanyakan apakah mau diperpanjang atau tidak untuk menginapnya, dan setelah 3 kali diketuk pintu kamar hotel namun tidak ada jawaban, lalu petugas kamar membuka pintu kamar lalu melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," katanya dalam siaran pers yang diterima TribunBanten.com.

Lanjutnya, petugas hotel lantas langsung menutup tubuh mayat tersebut menggunakan selimut.

Belny menjelaskan Setelah mendapatkan laporan Personel Polres Pandeglang melakukan olah TKP yang dilakukan oleh tim identifikasi polres pandeglang, dan melakukan pendalam penyebab kematian tersebut.

"Kami melakukan olah TKP dengan meminta keterangan dari satu orang petugas Hotel dan manajemen hotel Pandeglang untuk mengetahui peristiwa penyebab dari kematian tersebut, "Ujar Belny.

Belny menyampaikan berdasarkan dari hasil otopsi, kematian almarhum AB (45) dikarenakan pendarahan otak atau stroke. 

"Hasil otopsi yang telah dilakukan oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Banten bahwa hasilnya ialah tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan. Namun ditemukan pembesaran pada jantung, perdarahan otak berupa gumpalan darah di otak  dan perkiraan waktu kematian antara 12 - 24 jam dari saat diperiksa di TKP. Sehingga kami menyimpulkan penyebab kematiannya karena perdarahan otak / stroke hemoragik," tutupnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved