Breaking News:

News

Luhut Akan Mundur dari Jabatan Jika Terbukti Terlibat Dugaan Kasus Bisnis PCR : Saya Siap Resign

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dilaporkan terlibat dalam bisnis tes PCR.

Dokumentasi Humas Kemenko Marves
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dilaporkan terlibat dalam bisnis tes PCR.

Namun Luhut mengaku siap mundur atau resign dari jabatannya kalau hal itu terbukti benar.

Melansir Tribunnews, diketahui Luhut dilaporkan atas dugaan bisnis tes PCR melalui PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

"Kalau saya (terbukti) terima duitnya saya resign, gampang saja itu. Gitu aja repot," kata Luhut dalam wawancara dengan CNN TV pada Jumat (12/11/2021).

Baca juga: Sanggah Pemerintah Inkonsisten, Luhut Sebut Penanganan Covid-19 Seperti Operasi Militer

Luhut menceritakan bahwa pendirian PT GSI diinisiasi sejumlah perusahaan-perusahaan milik konglomerat pada tahun lalu.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). (Dokumentasi Humas Kemenko Marves)

Tujuannya, mereka ingin membantu pengadaan tes PCR di tanah air yang saat itu tengah terus impor.

Menurut Luhut, permintaan tes PCR saat itu terbilang tinggi berada di kisaran 5-7 juta per minggu. Karena itu, PT GSI itu didirikan sebagai usaha sosial tanpa menarik keuntungan.

Dia mengakui menaruh sejumlah uang untuk turut membantu pendirian PT GSI tersebut. Dia mengharapkan perusahaan itu dapat membantu memenuhi permintaan tes PCR yang sangat tinggi.

Baca juga: Luhut Diduga Masuk Daftar Penjabat yang Terlibat Bisnis Tes PCR, Jubir Menko Marves Buka Suara

"Karena kekurangan PCR ada 7-8 perusahaan itu mau bikin usaha sosial tidak ada dividen untuk membantu PCR ini yang bisa 15 ribu sekali putar satu hari. Pak, Bapak nyumbang katanya, ya saya nyumbang," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut membantah menerima uang atau keuntungan dari PT GSI.

Baca juga: Diperiksa Atas Laporan Terhadap Haris Azhar, Luhut Diingatkan Soal SE Kapolri Untuk Mediasi

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved