Breaking News:

Virus Corona

Pengunjung yang Enggan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi, Petugas Wajib Menolak untuk Masuk ke Area

Apalagi pada libur panjang, biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata dan fasilitas publik.

dokumentasi Disbudpar Kota Tangerang
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang memonitoring penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Hotel Pakons, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Penyelenggara fasilitas publik diminta Satgas Covid-19 untuk membentuk Satgas protokol kesehatan.

Apalagi pada libur panjang, biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata dan fasilitas publik.

Hal ini perlu diantisipasi pada saat Natal dan Tahun Baru 2022.

Mengutip covid19.go.id, Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan satgas yang dibentuk itu bertugas mengawasi aktivitas pengunjung.

"Selain itu, juga menegakkan protokol kesehatan pengunjung," ujarnya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Menjelang Akhir Tahun, Tempat Wisata Diminta Buka secara Terbatas, Bentuk Satgas Protokol Kesehatan

Aplikasi PeduliLindungi diwajibkan sebagai platform skrining pengunjung akan menjadi prasyarat masuk.

"Jika ada pengunjung yang menolak menggunakan aplikasi tersebut, petugas wajib menolak pengunjung masuk ke dalam areanya," ucapnya.

Dia berharap pengunjung untuk proaktif mengawasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi di area yang dikunjunginya.

Masyarakat dituntut berperan aktif mematuhi peraturan yang ditetapkan.

Sebagai contoh, setiap langkah kecil sesederhana memakai masker saja akan sangat signifikan hasilnya.

Model berpose dengan mengenakan masker dalam sesi foto busana karya desainer Lia Afif di Hotel Harris, Satelit, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020).
Model berpose dengan mengenakan masker dalam sesi foto busana karya desainer Lia Afif di Hotel Harris, Satelit, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020). (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

"Saya mengajak masing-masing individu untuk menginspirasi orang-orang sekitarnya dalam menegakkan protokol kesehatan. Sehingga mempercepat terciptanya kepatuhan kolektif yang kita cita-citakan selama ini," kata Wiku.

Masyarakat juga diajak menghindari sikap antipati terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Karena kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat.

"Meskipun liburan panjang akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia, Satgas tetap optimistis bangsa ini dapat melaluinya jika kita semua bersikap bijaksana dan disiplin dalam menjalankan peran kita masing-masing," ujar Wiku.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved