Breaking News:

Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan karena PHK: Uang Tunai, Informasi Pasar Kerja, dan Pelatihan

program JKP yang diselenggarakan BP JAMSOSTEK dan Kemnaker lebih komprehensif

Warta Kota/Andika Panduwinata
ilustrasi pekerja terkena PHK. 

Direktur Kepesertaan BP JAMSOSTEK Zainudin mengatakan bahwa pemerintah telah mendesain jaminan sosial di Indonesia secara komprehensif.

Hadirnya program JKP menjadi pelengkap empat program jaminan sosial yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh BP JAMSOSTEK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

Baca juga: Di PHK karena Dampak Pandemi Covid-19, Warga Serang Ini Sukses Berjualan Bubur Sumsum

“Program JKP hadir sebagai insentif karena tidak ada iuran tambahan yang diberikan. Jadi ini momentum bagi para pengusaha agar menguikutsertakan karyawannya terlindungi jamsostek,” tegas Zainudin.

Untuk mendapatkan mendapat manfaat JKP, bagi perusahaan skala besar dan menengah wajib mengikuti lima program (JKK, JKM, JHT, JP dan JKN).

Adapun perusahaan skala Kecil Mikro sekurang-kurangnya mengikuti empat program (JKK, JKM, JHT dan JKN).

“Saya berharap segera terbentuk kolaborasi antara BPJAMSOSTEK, Kemnaker dan Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing daerah untuk menyukseskan implementasi program ini," katanya.

Bagi pengusaha, dia mengimbau untuk patuh dalam kepesertaan di BP JAMSOSTEK sehingga para pekerja bisa mendapatkan manfaat JKP.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Aturan Teknis Sudah Lengkap, BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Sosialisasi Program JKP

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved