Breaking News:

Didaftar untuk Masuk Warisan UNESCO, Jamu Naik Level Agar Jadi Gaya Hidup seperti Kopi

Jamu diusulkan untuk mendapat pengakuan dunia sebagai warisan dunia yang merupakan kebudayaan asli tanah air.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Ilustrasi jamu kunyit asam 

TRIBUNBANTEN.COM - Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia.

Seperti dilansir dari travel.tribunnews.com (Group TribunBanten.com), jamu diusulkan untuk mendapat pengakuan dunia sebagai warisan dunia yang merupakan kebudayaan asli tanah air.

Usulan yang masih tahap pengajuan tersebut ditujukan kepada induk organisasi dunia yang mengurusi masalah pendidikan dan kebudayaan (UNESCO).

Kini cara menikmati jamu tak hanya melalui gendongan, tetapi sudah dapat dinikmati bak minum kopi di pusat-pusat hiburan

"Salah satu caranya menyesuaikan cita rasa jamu dengan lidah kalangan milenial dan metode seduh kopi yang sedang berkembang," ujar Arief Eka Wardana.

Baca juga: 4 Wisata Kuliner Bernuansa Alam di Serang dengan Menu Khas Sunda dan Modern

Upaya itu diharapkan dapat menarik minat generasi muda. Mereka cukup datang dan menikmati jamu di Kedai Acaraki.

Acaraki berasal dari prasasti Madhawapura, sebuah prasasti yang berisi catatan tentang profesi.

Tertulis di dalamnya sebutan Abhasana bagi pembuat pakaian, Angawari sebagai pembuat kuali, dan Acaraki sebagai Peracik Jamu.

Acaraki terbaru ini membawa konsep jamu yang diseduh dengan cara kontemporer, namun tidak meninggalkan identitas asli jamu sebagai warisan budaya tradisional Indonesia.

Acaraki Jamu telah mempunyai sejumlah outlet yang telah berdiri dari 2018-2019 dan berlokasi di Kemang , Kota Tua, dan sebuah outlet di AEON Mall Tanjung Barat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved