Breaking News:

Virus Corona di Banten

2.014 Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19, Pemprov Banten Janji Penuhi Hak Pendidikan

Pihak Pemerintah Provinsi Banten mencatat 2014 anak kehilangan orang tua atau yatim-piatu selama masa pandemi Covid-19.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Kepala Dinas DP3AKKB Pemprov Banten, Siti Ma'ani Nina 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pihak Pemerintah Provinsi Banten mencatat 2014 anak kehilangan orang tua atau yatim-piatu selama masa pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 di wilayah Indonesia sudah berlangsung sejak Maret 2020 hingga pertengahan November 2021 ini.

"Data keseluruhan yang masuk di data Provinsi Banten itu, ada 2.014 anak menjadi yatim, piatu maupun yatim piatu," ujar Kepala Dinas DP3AKKB Pemprov Banten, Siti Ma'ani Nina kepada TribunBanten.com Kamis (18/11/2021).

Baca juga: HUT ke-9, Komunitas Pengamen Jalanan Serang Gelar Sunatan Massal dan Santuni Anak Yatim

Dari 2.014 anak tersebut tersebar di sejumlah kota/kabupaten di Provinsi Banten.

Yaitu, di Kota Tangerang sebanyak 743 anak, Kota Tangsel 368 anak, Kota Cilegon 68 anak dan Kota Serang 12 anak.

Kemudian di Kabupaten Tangerang ada 367 anak, Kabupaten Pandeglang 193 anak, Kabupaten Serang 185 anak dan Kabupaten Lebak 78 anak.

Sebagai upaya memperhatikan anak yatim-piatu itu, pihak Pemerintah Pusat telah bekerjasama dengan UNICEF untuk memberikan bantuan.

"Bantuan tersebut berupa alat protokol kesehatan, seperti masker, hand sanitizer dan sebagainya," kata dia.

Selain itu ada juga alat recreation kids untuk para anak yatim.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved