Breaking News:

Remaja Asal Serang yang Dinodai 3 Pemuda Kini Alami Trauma Berat

Remaja berinisial AJ (16) asal Kabupaten Serang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh tiga orang pemuda.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Istimewa
Ilustrasi kekerasan seksual 

TRIBUNBANTEN.COM - Remaja berinisial AJ (16) asal Kabupaten Serang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh tiga orang pemuda.

Kini mengalami trauma, polisi pun kemudian melakukan pendampingan psikologi korban.

Insiden pelecehan dan kekerasan seksual itu terjadi pada Minggu (14/11/2021) pukul 20.00 WIB.

Para pemuda tersebut, yaitu Muhamad Akbar (19), Tomi (22), Muhamad Yusuf (28).

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk lakukan pendampingan psikologi korban.

"Kami sudah menghubungi P2TP2A untuk penanganan psikologi korban," ujar Kasatreskrim Polres Serang AKP David Adhi Kusuma, kepada TribunBanten.com saat di Mapolres Serang, pada Kamis (18/11/2021).

Saat ini kondisi korban masih lemas dan mengalami trauma akibat peristiwa yang menimpahnya tersebut.

Baca juga: 5 Tahun Dipenjara Karena Kasus Pencabulan dan Suap, Saipul Jamil Bebas Sebentar Lagi

Sebelumnya, diketahui bahwa Insiden itu bermula pada saat M. Akbar menjemput AJ di kediamannya pada Minggu (14/11/2021) pukul 20.00 WIB.

Lalu, M. Akbar membawa korban ke bengkel di Kampung Panunggulan Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten.

Sesampainya di bengkel itu, kemudian pelaku mengajak korban untuk meminum minuman beralkohol jenis anggur disertai Pil Eximer.

Sehingga membuat korban mabuk lalu tidak sadarkan diri, lalu melancarkan aksinya.

Baca juga: Kapolres Serang Kota Menyebut Akan Segera Gelar Perkara Soal Dugaan Pelecehan Mahasiswi Untirta

Kini atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.  Serta dijerat paling lama 15 tahun penjara.

"Kami juga meminta kepada para orang tua agar lebih ekstra lagi dalam menjaga anak dan hindari atau lakukan pengawasan secara ketat ketika menggunakan ponsel," imbuhnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved