Breaking News:

Upah Minimum di Indonesia Terlalu Tinggi, Stafsus Menteri Ketenagakerjaan:Dibandingkan Produktivitas

Bila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara saja, jumlah hari libur di Indonesia masih terlalu banyak.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi uang gaji 

TRIBUNBANTEN.COM - Nilai efektivitas tenaga kerja di Indonesia masih berada di urutan ke-13 Asia.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari, mengatakan upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.

Jika dibandingkan dengan nilai produktivitas kerja.

"Baik jam kerja maupun tenaga kerja. Ini umum secara nasional, komparasinya ketinggian itu dengan produktivitas," ujarnya lewat keterangan pers, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Upah Minimum Provinsi Banten 2022 Rp 2.501.203, Naik Rp 40.206 Dibandingkan UMP 2021

Dari sisi jam kerja saja, di Indonesia sudah terlalu banyak hari libur bagi pekerja.

Bila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara saja, jumlah hari libur di Indonesia masih terlalu banyak.

Dibandingkan Thailand, misalnya, jam kerja di Indonesia per minggu lebih sedikit.

Di Thailand dalam seminggu jam kerja mencapai 42 hingga 44 jam, sementara di Indonesia hanya 40 jam.

Untuk hari libur, di Indonesia dalam setahun dapat mencapai 20 hari libur.

Belum lagi ditambah dengan beragam cuti.

Baca juga: SAH! Upah Mininum Pekerja Tahun 2022 Naik 1,09 Persen, Tak Berlaku di 4 Provinsi Ini

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved