Breaking News:

Beredar Pesan Berantai Seruan Jihad untuk Lawan Densus hingga Bakar Kantor, Polri: Kita Waspada

Beredar di media sosial sebuah screenshot pesan di aplikasi media sosial WhatsApp yang menyerukan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Ilustrasi tim Densus 88 Polri melakukan pengepungan terduga teroris 

TRIBUNBANTEN.COM - Beredar di media sosial sebuah screenshot pesan di aplikasi media sosial WhatsApp yang menyerukan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri.

Seperti dilansir dari kompas.tv (Group TribunBanten.com), pesan itu juga turut mengajak umat Islam agar membakar polres-polres.

"Sebarkan kepada seluruh umat Islam sunni aswaja, ulama-ulama & pondok-pondok pesantren seluruh Indonesia agar segera menabuh genderang perang serukan fatwa jihad fisabilillah. Sudah saatnya umat Islam bertempur melawan kebiadaban Densus 88," tulis pesan itu seperti dilihat, Jumat (19/11) kemarin.

Baca juga: Pandangan KPK Watch Soal Rencana Polri Rekrut 57 Eks Pegawai KPK Jadi ASN

Di pesan itu juga tertulis ajakan untuk membakar polres-polres dan menyerbu markas di Megamendung, Bogor.

Serbu markasnya di Megamendung Puncak Bogor, bakar seluruh polres-polres & nyalakan api, institusi Polri sudah pada puncaknya menjadi institusi organisasi mafia hukum sarangnya para penjahat berseragam," sambungnya.

Beredarnya pesan di media sosial (medsos) berisi seruan jihad melawan petugas Detaemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membuat kewaspadaan ditingkatkan.

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengakui hal tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan terkait beredarnya pesan seruan tersebut melalui medsos seperti WhatApp terkait seruan jihad yang diarahkan kepada satuannya.

Menurut Aswin, kasus tersebut nantinya akan didalami oleh penyidik di Mabes Polri hingga Polres.

Adapun penyebar bisa diancam dengan pelanggaran UU ITE.

"Kita waspada dan kita sudah monitor. Tentu ada unit-unit Di Mabes Polri, Polda dan Polres yang akan menangani persoalan ITE seperti ini," kata Aswin, Minggu (21/11/2021)

Baca juga: Anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An-Najah Ditangkap Densus 88, Berikut Fakta-faktanya

Namun, ia mengaku pihaknya memang telah biasa menerima ancaman seperti yang viral belakangan ini.

Sebaliknya, lanjut Kombes Aswin kasus teror yang diarahkan kepada satuannya justru telah menurun.

"Kalau menurut monitoring kita, justru sudah menurun dan terlihat lebih tenang postingan tentang penangkapan kemarin di internet dan sosmed," ungkap dia mengutip Tribunnews.

Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul Beredar Pesan Seruan Jihad Lawan Personel Densus 88, Polisi: Kita Waspada dan Sudah Monitor

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved