Breaking News:

Upah Minimum hanya Naik 40 Ribu, Ketua DPD SPN Banten: Sangat Tak Layak, Bakal Gelar Aksi Besar

Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022 di Banten belum memenuhi kebutuhan hidup yang layak.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Ratusan buruh yang tergabung dari sejumlah serikat buruh di Banten, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, pada Kamis (18/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022 di Banten belum memenuhi kebutuhan hidup yang layak.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua DPD SPN Provinsi Banten Intan Indria Dewi.

"Penetapan kenaikan UMP di Banten sangat tidak memenuhi kebutuhan hidup layak untuk pekerja di Banten," ujarnya kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Upah Minimum Provinsi Banten 2022 Rp 2.501.203, Naik Rp 40.206 Dibandingkan UMP 2021

Pada Jumat (19/11/2021) kemarin, Gubernur Banten, Wahidin Halim baru saja menetapkan besaran UMP Tahun 2022.

Dalam surat keputusan Gubernur Banten, Nomor 561/Kep.280-Huk/2021. Tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten Tahun 2022.

Pemerintah Provinsi Banten menetapkan besaran UMP sebesar Rp 2.501.203 pada Tahun 2022.

Angka tersebut ada kenaikan sebesar Rp 40.209 ribu, dibanding dengan besaran UMP pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp 2.460.994 juta.

Menurut Intan Indria Dewi, untuk menetapkan UMP, seharusnya gubernur tidak hanya
berpatokan pada PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan.

Namun, kata dia, harus memperhatikan juga, usulan dan pertimbangan yang telah disampaikan oleh perwakilan buruh.

Baik itu dalam Lembaga resmi Depeprov, kata dia, maupun aspirasi yang disampaikan para serikat buruh pada saat audensi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved