Breaking News:

Sikap Tegas MUI Terhadap Terorisme: Bom Bunuh Diri Mati Sangit Bukan Mati Sahid

Ketua Majelis Ulama Indonesia Miftahul Akhyar menegaskan sikap MUI haram untuk tindakan terorisme. Fatwa MUI nomor 3 tahun 2004 tentang Terorisme.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Ilustrasi tim Densus 88 Polri melakukan pengepungan terduga teroris 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia Miftahul Akhyar menegaskan sikap MUI haram untuk tindakan terorisme. Fatwa MUI nomor 3 tahun 2004 tentang Terorisme.

"MUI sudah ada fatwa nomor 3 tahun 2004, bahwa terorisme  itu haram hukumnya dan bom bunuh diri juga haram hukumnya,” tuturnya, dalam konfrensi pers di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Farid Okbah Cs Dituding Terafiliasi Organisasi Teroris JI, Kuasa Hukum Sebut Fitnah Luar Biasa 

MUI juga telah menyatakan bahwa bom bunuh diri, haram hukumnya.

“Jadi kalau mereka menganggap bom bunuh diri itu surga, justru sebetulnya bukan mati sahid, tapi mati sangit,”ujar Miftahul Akhyar,

Terkait peristiwa penangkapan terduga teroris yang salahsatunya adalah pengurus MUI, Miftahul menyatakan hal itu tidak mempengaruhi situasi di internal MUI.

“Secara umum di Internal MUI tidak ada kegoncangan. Semua berjalan normal,” paparnya.

Baca juga: Respon MUI soal Zain An Najah Diciduk Terkait Jaringan Teroris JI, Beberkan Fakta Ini

Namun peristiwa ini, sambung Miftahul, dapat menjadi sarana MUI untuk mawas diri, lebih berhati-harti dan lebih teliti.

"Untuk menjaga marwah majelis para ulama, bagian dari anak bangsa ini,”ungkapnya.

Hubungan MUI dengan pemerintah, pasca peristiwa tersebut, menurut Miftahul tetap terpelihara dengan baik.

Kerjasama antara MUI dan pemerintah berjalan sangat baik dan terus selalu terpelihara kerjasama ini sampai sekarang kami hadir di sini, ini adalah bentuk kerjasama yang baik,”jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved