Breaking News:

Gadis 14 Tahun Dijual Temannya ke Pria Hidung Belang Lewat Medsos, Pelaku Juga Masih di Bawah Umur

ABG berinsial KD (14) diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) yang dilakukan oleh temannya sendiri, di (15)

KOMPAS.com/Achmad Faizal
Ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNBANTEN.COM - Kasus perdagangan manusia (human trafficking) baru-baru ini terjadi di Bandar Lampung.

Diduga yang menjadi korban adalah remaja perempuan berinisial KD (14).

Ia dijual oleh temannya sendiri berinisial DI ke pria hidung belang melalui aplikasi pemesanan daring.

Melansir Tribun Lampung, DI diketahui juga masih di bawah umur seperti korban, yakni berusia 15 tahun.

Mulanya pelaku dan korban sepakat untuk berkunjung ke pasar malam di Jalan Ir Sutami, Sabtu (13/11/2021)

Setelah itu, korban diajak pelaku ke rumahnya yang berada di Kelurahan Kangkung, Telukbetung Selatan.

Pelaku kemudian menawarkan jasa prostitusi dan mempromosikan korban melalui aplikasi media sosial MiChat.

Baca juga: Ditawari Kerja Jadi Penjaga Toko di Tangerang, Gadis Asal Lampung Jadi Korban Human Trafficking

Tak lama kemudian, pelaku menerima tawaran dari seorang pria hidung belang yang menginginkan berkencan dengan KD.

Antara pelaku dan pemesan sepakat memakai jasa korban dengan harga Rp 200 ribu sekali kencan.

Lantas, si pemesan meminta pelaku mengantarkan korban ke salah satu penginapan di Bandar Lampung.

Keesokan harinya pada Minggu (14/11/2021), barulah korban diantarkan ke pria yang telah memesan.

Usai memberikan pelayanan kepada si pemesan, nyatanya korban pulang dengan tangan kosong.

Pasalnya uang Rp 200 ribu yang dijanjikan untuk korban justru diambil semua oleh pelaku.

Saat hendak dijual lagi, keluarga KD dan pak RT datang menjemput korban dari rumah pelaku.

Atas kejadian itu, pihak keluarga korban melaporkan pelaku ke SPKT Polresta Bandar Lampung untuk ditindak lanjuti perbuatannya.

Laporan korban telah diterima dengan bukti laporan Nomor :LP/B/2586/XI/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG.

Dalam lampiran laporan sementara polisi menjerat pelaku dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan korban mengaku, jika dirinya baru satu kali dijual oleh pelaku.

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana membenarkan adanya laporan tersebut.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana. (tribun lampung / Muhammad Joviter)

Baca juga: Ibu-ibu Pengedar Sabu di Lamongan Ditangkap Polisi, Akui Dapat Pasokan dari Anaknya yang di Penjara

"Iya benar, sudah ditangani oleh unit PPA," kata Devi, Senin (22/11/2021).

Namun Kompol Devi Sujana tak ingin banyak bicara mengenai laporan korban.

"Jangan lah, karena korban dan terduga pelaku ini kan sama sama di bawah umur.

Kasihan dengan mereka," kata Devi.

Pun Ketua Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak (PA) Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa mengaku sudah mengetahui kasus tersebut.

Ahmad merasa miris setelah mengetahui apa yang terjadi pada korban.

"Tentunya kami sangat prihatin dan merasa miris, hal hal seperti ini masih saja terjadi," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, pihaknya akan mengambil tindakan atas apa yang telah dialami korban.

Namun ia menyebut belum bertemu secara langsung dengan korban.

"Kami sedang mencari keberadaan korban, untuk memberikan pendampingan baik secara hukum maupun masalah psikis nya," kata Ahmad.



Artikel ini diolah dari TribunLampung.co.id dengan judul Dipajang di Medsos, Gadis 14 Tahun Asal Bandar Lampung Jadi Korban Prostitusi

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved