Breaking News:

Sidang Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes, Ini Pengakuan Eks Honorer Biro Kesra Soal Perjanjian Hibah

Pada Senin (22/11/2021) kemarin, sidang beragenda pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan mantan honorer di Biro Kesra Provinsi Banten

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Persidangan Hibah Ponpes Senin 22 November 2021 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang menggelar sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren di Provinsi Banten tahun anggaran 2018 dan 2020.

Pada Senin (22/11/2021) kemarin, sidang beragenda pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan mantan honorer di Biro Kesra Provinsi Banten, Ahmad Suhyani.

Suhyani memberikan keterangan untuk para terdakwa, yaitu Irvan Santoso mantan Kabiro Kesra Provinsi Banten, Toton Suriawinata Kabag Sosial dan Agama pada Biro Kesra Provinsi Banten.

Kemudian Epieh Saepudin Pimpinan Ponpes di Pandeglang, Tb. Asep Subhi Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Pandeglang dan Agus Gunawan THL Pemprov Banten.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes, Enam Tenaga Honorer Biro Kesra Banten Bersaksi di Pengadilan

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Suhyani karena dinilai mempunyai peran dan posisi penting selama bekerja di Biro Kesra.

Dia bertugas sebagai notulen di setiap rapat, pencetak NPHD dan lain-lain.

Di persidangan itu terungkap fakta-fakta baru terkait dugaan korupsi dana hibah Ponpes di Banten.

Dihadapan majelis hakim, Suhyani mengatakan Biro Kesra Provinsi Banten mulai menganggarkan hibah untuk lembaga non-pemerintahan sejak 2011.

Sementara pada pemberian hibah Ponpes 2018 melalui FSPP, itu dilakukan atas dasar proposal pengajuan yang disampaikan oleh FSPP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved