Breaking News:

Catat Sejarah Jaksa Revisi Dakwaan & Tuntut Bebas Terdakwa, Ini Fakta Kasus Istri Omeli Suami Mabuk

Semula, Nengsy Lim dituntut oleh jaksa pidana penjara satu tahun karena marah kepada suami yang mabuk.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Jabar / Cikwan Suwandi
Hujan deras di sekitar Pengadilan Negeri Kelas II A Karawang saat Valencya, ibu di Karawang membacakan pembelaan setelah dituntut 1 tahun pidana oleh jaksa Kejari Karawang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan menuntut bebas Valencya atau Nengsy Lim.

Semula, Nengsy Lim dituntut oleh jaksa pidana penjara satu tahun karena marah kepada suami yang mabuk.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer, mengonfirmasi tuntutan bebas Valencya itu.

Upaya penarikan tuntutan itu merupakan pertama kali terjadi di Indonesia.

Kejagung melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikirim ke Pengadilan Negeri Karawang mencabut tuntutan satu tahun terdakwa Valencya, dalam perkara KDRT psikis.

"Iya ini pertama kali," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer ketika ditanya wartawan dalam jumpa pers di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Pengakuan Valencya Usai Dituntut Satu Tahun karena Marahi Suami, Kini Dapat Ancaman Via Telepon

Eben menegaskan, penarikan tuntutan tuntutan 1 tahun penjara Valencya dan menuntut bebas merupakan wewenang dari Jaksa Agung selaku penuntut umum tertinggi.

Selain itu, Eben menyebutkan, keputusan terhadap Valencya berdasarkan hasil kajian dan hati nurani.

"Bapak Jaksa Agung melihat ini dengan hati nurani dan hasil penelitian oleh jaksa-jaksa kita di Kejagung, dan inilah diputuskan. Dan ini berjenjang, jaksa persiapan untuk JPU, naik ke JAMPidum dan naik ke pimpinan," kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Valencya sebelumnya dituntut satu tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan KDRT psikis kepada mantan suaminya Chan Yung Ching.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved