Breaking News:

Target Ekspor Manggis ke Dubai dan China, Distan Kabupaten Serang Siapkan 20 Hektare Lahan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengembangkan produksi buah manggis di Desa Tamiang dan Desa Curug Sulanjana, Kecamatan Gunungsari.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Dinas Pertanian Kabupaten Serang
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Yuli Saputra dan pejabat lainnya saat peresmian ekspor perdana buah manggis le Negero China, sebanyak 17.2 Ton, dik Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Selasa (23/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengembangkan produksi buah manggis di Desa Tamiang dan Desa Curug Sulanjana, Kecamatan Gunungsari.

Hal tersebut guna mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Yuli Saputra mengatakan, Kabupaten Serang telah menyiapkan lahan untuk memproduksi buah manggis seluas 20 hektar di Desa Tamiang dan Desa Curug Sulanjana, Kecamatan Gunungsari.

Menurutnya dengan luas 20 hektar Kabupaten Serang dapat menghasilkan dua sampai 30 ton buah manggis permusimnya.

"Kita mendapatkan bantuan berupa bibit dan pupuk buah manggis dari Pemprov Banten. Tinggal bagaimana kita memproduksi nya,"ujarnya saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Idul Adha, Dinas Pertanian Banten Monitoring Kesehatan Ternak

Hal ini merupakan peluang pasar ekspor buah manggis cukup besar kebutuhannya.

Pihaknya akan mengekspor buah manggis asal Kabupaten Serang ke negara Dubai dan China.

"Kebutuhan di China banyak. Kita juga sudah buka jalur ekspor ke Dubai. Kita akan mengutamakan produk dari Desa Tamiang dan Desa Curug Sulanjana," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini ekspor buah manggis ke negara China oleh CV Pakuban sudah dilakukan.

Baca juga: Cerita Kusnaedi, Warga Walantaka yang Mengolah Jus Buah Mengkudu hingga Ekspor ke Korea Selatan

Namun, bahan bakunya masih diambil dari Kabupaten Lebak.

"Ekspor manggis ke Negara China itu sebanyak 17,250 ton dengan nilai Rp 443 juta," katanya.

Kegiatan tersebut merupakan program Kementan yang dilakukan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon sebagai Unit Pelaksana Teknis Lingkup Karantina Pertanian (UPTKP).

"Kedepan kita akan dorong, supaya manggis asal kabupaten serang juga bisa di ekspor," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved