Breaking News:

Januari-November Terjadi 115 Kasus DBD di Kabupaten Serang, Dinkes Ingatkan Warga Disiplin 3M

Pengelola Program demam berdarah dengue (DBD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Pipih Saripah, meminta warga waspada terhadap kasus DBD.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Mikadago/ Pixabay.com/ tribunnews
Ilustrasi digigit nyamuk penyebab DBD 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pengelola Program demam berdarah dengue (DBD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Pipih Saripah, meminta warga waspada terhadap kasus DBD.

Meskipun tercatat penurunan kasus DBD di wilayah Kabupaten Serang pada 2020, namun perlu diwaspadai penyakit DBD saat memasuki musim hujan.

Sudah terjadi penurunan kasus dari tahun 2020 terdapat 308 kasus. Adapun korban meninggal dunia paling banyak di Kecamatan Ciomas sebanyak 8 orang.

Sejauh ini, dia mengungkapkan, DBD sudah mencapai 115 kasus yang untuk perawatan tersebar di 31 puskesmas di 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang mulai dari Januari-November 2021 ini.

"Yang terbanyak di kecamatan ada di Pulau Ampel 13 kasus dan meninggal dunia 1 orang," ujarnya, saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, pada Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Tak Hanya Covid-19, Kota Tangerang Waspada Kasus DBD, Tercatat 24 Kasus Sejak Oktober 2021

Dia mengungkapkan, ada dua jenis nyamuk yang dapat menyebabkan DBD. Yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

"DBD adalah penyakit yang memang berbasis lingkungan," kata dia.

Untuk menanggulangi penyakit DBD, pihaknya sudah melakukan penanganan dengan cara
memberantas sarang nyamuk yakni 3M mengubur, menutup, dan menyiram.

"DBD ini penyakit berbasis lingkungan di masyarakat, maka harus dari lingkungan dulu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved