Breaking News:

Jelang Nataru, Truk ODOL di Tol Tangerang-Merak Bakal Ditindak

Pemerintah menargetkan target zero kendaraan niaga berstatus over dimension dan over load (ODOL) pada 2023.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Suasana Jalan Tol Serang Panimbang dari sisi Jembatan Layang di Kampung Pasir Manggu Lebak, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah menargetkan target zero kendaraan niaga berstatus over dimension dan over load (ODOL) pada 2023.

Keberadaan ODOL berdampak negatif mulai dari penyebab kecelakaan lalu lintas fatal hingga rusaknya infrastruktur jalan raya.

Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan gerakan Safety Campaign yang melibatkan induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Tangerang-Merak, PJR Polda Banten, Dinas Perhubungan Daerah Banten, serta Astra Tol Tangerang-Merak.

Acara safety campaign ini juga diikuti dilaunchingnya satgas nataru 2021 dengan mengusung tema Nataru Setuju (Selamat Sampai Tujuan) yang digelar di rest area KM 68a Tol Tangerang-Merak.

Baca juga: Buruh Unras Tuntut Kenaikan Upah Minimum 26 November, Peserta Aksi dari Tangerang hingga Cilegon

Ka Induk PJR Tol Tangerang-Merak AKP Wiratno mengungkapkan, jajarannya siap bekerjasama dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

"Kita sama-sama berkampanye untuk zero odol, zero over dimension dan zero overload. Jadi untuk menuju zero odol 2023 kami mendukung penuh,” ucap Wiratno.

Wiratno berharap, dengan adanya kegiatan kampanye zero odol ini, pada tahun 2023 nanti para pengusaha angkutan bisa merealisasikan kendaraannya yang sesuai dengan aturan pemerintah.

“Ini masih bersifat imbauan, saya berharap kepada pengusaha transportasi untuk bersiap, marilah untuk tahun 2023 nanti itu sudah tidak over dimensi dan overload dengan mengikuti dimensi yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata dia.

Baca juga: Cerita Pria asal Tangerang, Belasan Tahun Tinggal Bareng Istri dan Anak di Gubuk Nyaris Roboh

Sementara itu, Adhie Resza, Direktur Astra Tol Tangerang-Merak mengatakan bahwa kendaraan odol menyebabkan beberapa dampak negatif, seperti memperparah kerusakan pada badan jalan tol.

"Kegiatan kampanye keselamatan khusus terkait kendaraan odol hari ini bukan merupakan kegiatan one-time, melainkan rangkaian program pengendalian odol yang menerapkan prinsip 3E, yakni Education, Engineering, dan Enforcement,” ucap Adhie Resza, Rabu (24/11/2021).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved