Breaking News:

Sempat Geruduk Mapolsek Pondok Aren, Ketua Ormas Ini Buat Pengakuan Mengejutkan Dihadapan Polisi

Setelah sempat membuat geger karena mendatangi Mapolsek Pondok Aren, Ketua DPC Forkabi Pondok Aren Armin membuat pengakuan.

Editor: Glery Lazuardi
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Ilustrasi kantor kepolisian 

TRIBUNBANTEN.COM - Setelah sempat membuat geger karena mendatangi Mapolsek Pondok Aren, Ketua DPC Forkabi Pondok Aren Armin membuat pengakuan.

Pada Rabu (17/11/2021) kemarin, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forkabi mendatangi markas kepolisian yang berada di wilayah Tangerang Selatan itu.

"Dengan ini saya Ketua DPC Pondok Aren mewakili teman-teman Forkabi Pondok Aren perihal berita kejadian masalah senjata tajam.

Kami selaku Ketua Forkabi Pondok Aren, serta jajaran dan anggota Pondok Aren memohon maaf atas segmen berita yang tidak benar atau hoaks yang selama ini menjadi polemik di Pondok Aren," kata Ketua DPC Forkabi Pondok Aren, Armin, saat ditemui di Mapolsek Pondok Aren, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: HUT ke-13 Kota Tangerang Selatan, Wali Kota Benyamin Sebut Dua Hal Ini Masih Jadi PR

Armin tak menampik kala itu anggotanya datang secara bergerombol ke Mapolsek Pondok Aren guna mempertanyakan nasib rekannya yang ditahan akibat kepemilikan senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Ia mengakui aksi anggotanya itu ditengarai informasi yang disebar olehnya terkait adanya permintaan sejumlah nominal uang untuk dapat membebaskan rekannya yang ditahan akibat kepemilikan sajam tersebut.

Armin menuturkan kal itu dirinya merasa terpancing hingga mengeluarkan pernyataan tanpa disertai fakta yang ada.

Kata ia setelah pihaknya melakukan komunikasi kepada pihak Polsek Pondok Aren didapati bukti yang berbeda dengan kabar yang disampaikan olehnya.

Hingga berbuntut terhadap puluhan anggota Forkabi DPC Pondok Aren yang menggeruduk Mapolsek Pondon Aren.

"Sebenarnya itu enggak ada politik uang, karena Kapolsek tegak lurus mengenai senjata tajam. Jadi tidak ada omongan uang itu. Itu emosi karena ada dorongan mungkin provokator atau apa untuk memperkeruh masalah," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved