Breaking News:

Lebak

Gelapkan Dana Desa Rp 661 Juta, 2 Oknum Pegawai Wanita di Lebak Ditangkap, Ini Kronologinya

Dua oknum pegawai wanita Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten dilaporkan atas dugaan korupsi pengelolaan dana APBDes.

istimewa
Dua oknum pegawai Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten diduga melakukan korupsi pengelolaan dana APBDes. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dua oknum pegawai wanita Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten dilaporkan atas dugaan korupsi pengelolaan dana APBDes.

Lalu Kepala Urusan (Kaur) Keuangan, EM dan staf pegawai desa, LM kini ditahan oleh Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak, pada Jumat (26/11/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Lebak ST Hapsari mengatakan, dana yang di korupsi oleh kedua tersangka, bersumber dari anggaran tahun 2020.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyidikan, kami merasa sudah cukup alat bukti untuk melakukan penyidikan dan menahan kedua tersangka," kata dia.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes, Ini Pengakuan Eks Honorer Biro Kesra Soal Perjanjian Hibah

Berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Lebak, total kerugian negara dana pengelolaan desa yang disalahgunakan tersangka, berjumlah cukup besar.

Dua oknum pegawai Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten diduga melakukan korupsi pengelolaan dana APBDes.
Dua oknum pegawai Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten diduga melakukan korupsi pengelolaan dana APBDes. (istimewa)

Uang itu di transfer langsung ke rekening tersangka.

"Uang di transfer ke rekening pribadi atau orang lain, sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp. 661 Juta," kata dia.

Baca juga: OTT di BPN Lebak, Polda Banten Sita Uang Tunai Rp 36 Juta, Kapolda: Tindak Tegas Pungli dan Korupsi

Setelah mendapat uang itu, mereka menggunakan untuk kepentingan pribadi dan juga di transfer kepada temanya.

"Ada digunakan untuk kepentingan pribadi, kemudian ada juga di masukan ke rekening orang lain. Yang salah satunya itu stafnya," ujarnya.

Setelah upaya penetapan tersangka dan penahanan kedua orang itu, pihak Kejaksaan Negeri Lebak masih melanjutkan penanganan perkara.

Baca juga: KPK: Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Bisa Dihentikan Jika Tak Temui Unsur Pidana

Sebab, kata ST. Hapsari, tidak menutup kemungkinan juga ada pihak lain yang terlibat, dirinya akan terus melakukan penyelidikan.

"Dan ini tidak menutup kemungkinan penyidikan kami akan berkembang. Ini tidak sampai disini saja kemungkinan akan berkembang lagi," katanya.

Baca juga: Eks Kepala Cabang BKI Cilegon Jadi Tersangka Korupsi Proyek Fiktif, Uangnya untuk Entertainment

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2, pasal 3, pasal 8 Jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999, junto pasal 55 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca juga: Beri Pengarahan 119 CPNS Pemprov Banten, Gubernur WH: Ngapain Korupsi, Gaji Sudah Cukup

Kedua tersangka sudah ditahan oleh Kejaksaaan Negeri Kabupaten Lebak untuk saat ini, berada Lapas Rangkasbitung

"Untuk penahanan, kedua tersangka ditahan 20 hari kedepan. Kemudian bisa diperpanjang kembali untuk 40 hari ke depan," katanya. (Nurandi)

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Silau Lihat Uang, 2 Wanita Oknum Pegawai Tilap Rp 661 Juta Dana Desa di Lebak, Begini Modusnya

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved