Breaking News:

News

Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Luhut Minta Warga Indonesia Tak Panik : Mulai Ketatkan Prokes Lagi

Munculnya kasus Covid-19 varian baru Omicron di bebeapa negara membuat Indonesia pun harus kembali waspada.

Dokumentasi Humas Kemenko Marves
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Munculnya kasus Covid-19 varian baru Omicron di bebeapa negara membuat Indonesia pun harus kembali waspada.

Kemudian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar masyarakat tak perlu panik dalam menghadapi varian Omicron. 

Ia hanya menegastkan kalau masyarakat perlu waspada dan mengetatkan kembali penerapan protokol kesehatan (prokes).

Melansir Tribunnews, hal itu agar lonjakan kasus Covid-19 di bulan Juli lalu tak terulang kembali.

Baca juga: Cegah Omicron Masuk, Kemenhub Perketat Pemeriksaan di Pintu Masuk Internasional Bandara hingga PLBN

Hal itu disampaikan Luhut dalam evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali, Senin (29/11/2021).

“Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini,” ucap Luhut, dikutip dari siaran pers Kemenko Marves.

Lanjut Luhut, pemerintah telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya dan akan terus mengevaluasi kebijakan setiap saat untuk meminimalisasi dampak dari masuknya varian baru ini.

Baca juga: Cegah Varian Covid-19 Omicorn, Ini Aturan Baru Perjalanan Internasional, Wajib Karantina 14 Hari

Kemudian, berdasarkan hasil survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021.

“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,” ujar Luhut.

Baca juga: Kapolda Banten Perintahkan Program Keroyok Vaksinasi Covid-19 di Tiga Kabupaten Menjelang Nataru

Potensi lonjakan kasus tersebut, menurut Luhut, harus dijadikan sebagai pengingat untuk lebih taat prokes dan 3T, bukan untuk menimbulkan kepanikan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved