Breaking News:

Demam Berdarah Masih Jadi Ancaman, Petugas Jumantik di Tangsel Door to Door

Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan mengalami penurunan.

Editor: Glery Lazuardi
Mikadago/ Pixabay.com/ tribunnews
Ilustrasi digigit nyamuk penyebab DBD 

TRIBUNBANTEN.COM - Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan mengalami penurunan.

Selama Januari hingga November 2021 ada 385 kasus DBD di Tangerang Selatan. Sementara itu, ada 498 kasus pada 2020.

Baca juga: Kasus DBD Naik, PMI Kota Tangsel Sebut Permintaan Trombosit Meningkat Sampai 100 Kantong

Kepala Dinas Kesehatan, Alin Hendarlin, mengatakan penurunan angka kasus DBD itu karena peran dari kader jumantik.

"Tiap hari (menerjunkan,-red) puluhan kader jumantik, khusus hari Sabtu ini 125 orang untuk 28 RW," ujar Kepala Dinas Kesehatan Alin Hendalin saat dihubungi, Sabtu (4/12/2021).

Setiap kader jumantik dapat melakukan tinjauan ke rumah-rumah warga guna memeriksa jentik yang dapat memunculkan nyamuk.

"Warga juga bisa melakukan secara mandiri untuk memeriksa jentik di rumah sendiri. Lakukan 3M plus, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa," kata Alin.

Diketahui, munculnya kasus DBD di Tangerang Selatan berdampak pada permintaan trombosit yang meningkat.

Kepala Unit Donor Darah PMI Tangerang Selatan Suhara Manullang sebelumnya mengatakan, permintaan trombosit sudah mencapai 100 kantong dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

"Ada 90 sampai 100 kantong. Ini kelihatan akan terus meningkat," kata Suhara.

Permintaan trombosit dalam penanganan DBD diperkirakan akan terus meningkat mengingat musim hujan akan berakhir pada Februari 2021.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved