Breaking News:

Hati-hati! Masih Ditemukan Penipuan Berkedok Penerimaan CPNS di Tangerang, Begini Cara Kerja Pelaku

MM, oknum pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diduga menipu terkait rekrutmen pegawai di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi tes CPNS 

TRIBUNBANTEN.COM - MM, oknum pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diduga menipu terkait rekrutmen pegawai di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

MM menjanjikan korban bisa bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Kemenkumham. Syaratnya cukup menyerahkan KTP, ijazah terakhir, transkip nilai, kartu kesehatan, dan SKCK.

Hanya saja, MM meminta sejumlah uang senilai puluhan juta rupiah kepada calon korban.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Metro Kota Tangerang Komisaris Abdul Rachim.

"Uang Rp 35 juta dan meyakinkan korban dengan membawa korban ke kantor BKN (Badan Kepegawaian Negara-Red)," kata Rachim seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Ditangkap di Rumah Istri Kedua, Pelaku Calo CPNS Bodong 2 Tahun Nikmati Uang Penipuan Rp 1 Miliar

Dia menjelaskan, aksi penipuan bermodus rekrutmen PNS itu terjadi Rabu (1/12/2021).

Namun, setelah semua syarat dipenuhi oleh korban, pelaku menghilangkan jejak menggunakan cara berpindah tempat tinggal.

"Ketika korban meminta pertanggungjawaban, pelaku melarikan diri dengan cara berpindah kontrakan dan mengganti nomor handphone-nya."

"Pelapor merasa tertipu dan melaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota guna pengusutan lebih lanjut," katanya.

Kemudian, polisi menyelidiki keberadaan pelaku MM tersebut.

Lalu, pelaku dibekuk polisi saat di pintu rel Kereta Api Pasar Anyar, Kota Tangerang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) akan berupaya memperbaiki sistem seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Upaya perbaikan sistem itu dilakukan dengan cara mendorong transparansi nilai secara real time.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved