Breaking News:

Datangi Rumah Ibu yang Dipolisikan 5 Anaknya karena Warisan, Kang Dedi: Saya Bantu Siapkan Pengacara

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tampak menyambangi rumah Rodiah (72), seorang ibu renta yang dilaporkan oleh lima anak kandungnya ke polisi.

YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tampak menyambangi rumah Rodiah (72), seorang ibu renta yang dilaporkan oleh lima anak kandungnya ke polisi. 

TRIBUNBANTEN.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tampak menyambangi rumah Rodiah (72), seorang ibu renta yang dilaporkan oleh lima anak kandungnya ke polisi.

Rodiah yang merupakan warga Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi ini dilaporkan dengan tuduhan penggelapan tanah  warisan.

Saat didatangi Dedi Mulyadi, Rodiah bercerita dirinya sudah tidak bisa berjalan sejak lima tahun dan kini tinggal bersama anak keduanya M Saogi dan si bungsu Dian.

“Anak Emak ( Rodiah) ada delapan. Yang pro ada tiga, yang lima lainya mah ngezalimin,” kata  Rodiah sambil terduduk di lantai.

Ia menyebut anak pertama bernama Sonya sejak awal ingin menguasai harta.

Total ada sekitar 9.000 m2 tanah di empat lokasi yang ingin dikuasai.

Sejatinya harta tersebut adalah hasil kerja keras Rodiah dan almarhum suaminya membuka usaha batu bata sejak muda.

Menurut Rodiah, tanpa diminta pun ia akan membagikan harta tersebut secara adil. Hanya saja Sonya ingin menjual dan membagikan harta tersebut.

Baca juga: Anakku Sekarang Meninggal, Kisah Pilu Ibu Muda Dinodai Teman Suaminya di Depan 2 Buah Hatinya

“Oleh Emak memang mau dijual nanti uangnya dibagikan mumpung masih hidup. Tapi itu tanah mau dijual oleh anak saya yang pertama, enggak mau oleh saya."

"Padahal kan saya masih hidup. Harusnya kan setengah dijual karena saya masih ada, nanti kalau saya sudah tidak ada silakan dibagi lagi sisanya,” ucap  Rodiah.

“Orang tua mah tidak perlu diminta nanti juga dikasih. Tapi kan ini usaha (tanah) kan dapat saya (usaha batu bata) bukan (milik) anak."

"Kalau yang bontot (bungsu) dapat lebih ya wajar karena dia yang ngurus, mandikan, nyebokin, nyuapin Emak,” jelas  Rodiah melanjutkan.

Sementara itu Dian menjelaskan pelaporan bermula saat ayahnya meninggal dunia pada 9 Januari 2019.

Tiga hari setelah sang ayah meninggal, anak pertama mengambil secara paksa AJB tanah dari tangan ibunya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved