Fenomena Banjir Rob, Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Selatan Banten

Prakirawan BMKG Kelas I Serang, Trian, mengungkapkan soal fenomena banjir rob yang sedang terjadi di sejumlah wilayah Banten.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com
Ilustrasi gelombang tinggi 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Prakirawan BMKG Kelas I Serang, Trian, mengungkapkan soal fenomena banjir rob yang sedang terjadi di sejumlah wilayah Banten.

Belakangan ini, telah terjadi banjir rob di perairan Banten, mulai dari Anyer, Karangaantu dan beberapa daerah lainnya.

"Hal itu disebabkan adanya pasang maksimum dan surut minimum," kata dia, ditemui di ruang kerjanya, pada Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Puncak Banjir Rob di Banten Diprediksi Selasa Ini, BMKG Imbau Masyarakat Berhati-hati

Dia menjelaskan, terjadinya pasang maksimum dan surut minimum itu berada di periode bulan baru.

Di mana fenomena ini merupakan sebuah periode yang normal dalam tahunan.
Hanya saja berbeda terkait pasang surut nya air laut.

Air pasang itu akan terjadi di awal bulan Hijrian dan pertengahan bulan purnama. Di mana pada awal Desember ini, kata dia, termasuk dalam fenomena pasang maksimum dan surut minimum.

Dia memprediksi tingkat gelombang selama Desember 2021 hingga Januari 2022.

"Untuk di daerah Selat Sunda bagian Utara masih terbilang cukup normal di angka maksimum 1,25 - 2,5 meter dan di Selat Sunda bagian selatan berkisar 2,5 - 4 meter," kata dia.

Sedangkan di perairan Selatan dan juga bagian Samudra Hindia juga berkisar 2,5 - 4 meter.

Adapun kondisi cuaca mulai bulan Desember sampai Januari, kata dia, masuk dalam kondisi musim hujan.

Pada musim hujan kali, dia menilai, sangat berbeda seperti biasanya. Di mana curah hujan pada musim kali ini semakin tinggi, disebabkan karena adanya fenomena La Nina.

Dia mengungkapkan, fenomena banjir rob saat ini masih berlangsung di beberapa daerah.

"Saat ini masih berlangsung dan puncak terjadinya ROB itu pada hari ini tanggal 7 Desember, itu puncaknya terjadi ROB," kata dia.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati.

"Imbauan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati di bulan Desember hingga Januari. Karena ada peningkatan curah hujan, sehingga dari segi gelombang juga tentunya akan ada peningkatan," ucapnya.

Baca juga: Banjir Rob Genangi Wilayah Pesisir Anyer Cinangka, Pasir Pantai Tutupi Jalan, Ini Penjelasan BPBD

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak termakan informasi hoaks. Sehingga, kata dia, masyarakat dapat mencari informasi dari sumber yang jelas.

"Kalau mencari informasi tentang perkiraan cuaca atau terkait banjir ROB harus mencari informasi dari BMKG," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved