Breaking News:

Perajin Ikat Kepala Baduy Asal Lebak ini Tembus Pasar Turki, Kini Produksi Rata-rata 100 per Hari

Perajin asal Kampung Rancawedus, Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, ini mengaku awalnya sepi peminat.

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Muslihat, perajin ikat kepala Baduy, mampu menjual produknya hingga sampai ke Turki.

Perajin asal Kampung Rancawedus, Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, ini mengaku awalnya sepi peminat.

"Dulu masih banyak pesaing produk ikat kepala dari Bandung, cuma tidak ada yang khusus khas Baduy," katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Usai Jokowi Pakai Baju Baduy, Kini Erick Thohir Tampil Bak Urang Kanekes, Begini Penampilannya

Kini, Muslihat mengaku bisa memproduksi 100 ikat kepala dalam satu hari.

"Sudah rutin membuat pesanan dari toko oleh-oleh yang cukup tinggi," ucapnya.

Dia mengaku pesanan ikat kepala Baduy buatannya sudah menembus pasar Turki.

Selain menerima pesanan jadi, Muslihat juga membuka jasa pembuatan ikat kepala berbagai model.

Rata-rata omzet per bulannya bisa mencapai Rp 8 juta.

Hasil kerajinan ikat kepala Baduy warga Kampung Rancawedus, Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Senin (6/12/2021).
Hasil kerajinan ikat kepala Baduy warga Kampung Rancawedus, Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Senin (6/12/2021). (TribunBanten.com/Nurandi)

Untuk memenuhi pesanan ikat kepala, Muslihat dibantu enam pekerja yang merupakan warga di dekat rumahnya.

Beberapa kerajinan yang dibuat di antaranya beragam jenis ikat kepala dan tas.

Namun, tas diproduksi ketika hanya ada pesanan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved