Breaking News:

Virus Corona

Strategi Pemerintah Mengantisipasi Naiknya Kasus Covid-19 saat Nataru, Disesuaikan Karakter Wilayah

Kebijakan ini demi mengantisipasi peningkatan kasus yang bisa dipicu aktivitas masyarakat dan dinamika varian Covid-19.

istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito 

TRIBUNBANTEN.COM - Untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 saat libur Natal dan tahun baru (nataru), pemerintah menerapkan strategi pengendalian berlapis.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan strategi diterapkan mulai dari pintu masuk kedatangan internasional hingga tingkat kabupaten dan kota.

Kebijakan ini demi mengantisipasi peningkatan kasus yang bisa dipicu aktivitas masyarakat dan dinamika varian Covid-19.

Mengutip covid19.go.id, Selasa (7/12/2021), strategi mitigasi di Indonesia disesuaikan karakteristik masing-masing wilayah.

Baca juga: Cegah Omicron, Pahami Aturan Baru Masuk Indonesia bagi WNI & WNA yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Mulai dari sisi geografis serta jumlah penduduk antara 600.000 jiwa hingga 46,7 juta jiwa per provinsi.

Pemerintah pusat menggunakan pedoman tingkat daerah.

"Diadopsi dari pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO)," ujar Wiku, Selasa.

Strategi pengendalian tersebut adalah:

  • Pembatasan Mobilitas Domestik situasional.

Penerapan sistem ganjil genap di kawasan aglomerasi, ibukota provinsi, kawasan wisata, dan kawasan lainnya yang disesuaikan dengan peningkatan mobilitas lokal.

Membatasi mobilitas domestik dengan pemeriksaan kesehatan yang ketat untuk perjalanan jarak jauh, rutin dan logistik.

Baca juga: 6 Indikator yang Harus Dicermati secara Berkala Satgas Covid-19 Mengantisipasi Omicron

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved