Breaking News:

Istri Dianiaya Suami ODGJ Pakai Golok di Pandeglang, Terbaring di Rumah Sakit, Butuh Biaya

Sesekali Sumiyati merintih ketika hendak balik badan karena jahitan di punggung dan kepala belum kering.

Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Masri, anak Sumiyati, korban pembacokan suaminya sendiri di Pandeglang, Selasa (7/12/2021). 

Bahkan, Masri mengaku sering berduel menghadapi ayahnya saat tidak bisa mengendalikan diri.

Hal itu dilakukan untuk menahannya agar tidak mencelakai anggota keluarganya.

Tidak jarang dia juka sering dicekik dan meminta bantuan tetangga jika tidak tertahan.

"Bapak itu berhalusinasi seakan suka ada yang bisikin suruh bunuh keluarga. Kalau ke tetangga mah enggak pernah," ucap pria berusia 32 tahun ini.

Baca juga: Ombak Besar Terjang Pesisir Pantai Labuan Pandeglang, Pelabuhan Perikanan Berantakan

Menurut Masri, ayahnya tenang paling lama sekitar setengah tahun.

"Tidak menentu kalau kumat. Pernah dulu ingin mencelakakan ibu, tapi bapak sadar dan menjatuhkan diri dari jembatan untuk menahan halusinasinya," katanya.

Masri mengaku sabar dan tabah merawat ayahnya yang terkadang kumat.

Rasiman mulai mengalami gangguan jiwa setelah bekerja di Bangka.

Di sana, Rasiman dan Masri menebang kayu untuk lahan sawit.

Rasiman saat ini tinggal di gubuk atas kemauannya sendiri.

Masri mengaku tidak melaporkan pembacokan itu kepada polisi karena menganggap ini sebagai musibah.

Baca juga: ODGJ Yang Sebabkan Puluhan Rumah di Koja Dikenal Pemarah, Kerap Memukul Ibu Kandungnya

"Bingung mau lapor polisi juga, keadaan bapak lagi enggak sadar. Kalau sehat mah ya kita laporkan," ucapnya.

Jika sadar, Rasiman meminta Masri untuk menyingkirkan benda tajam di sekitarnya.

Bahkan, Rasiman menangis ketika sadar telah menyakiti istrinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved