Breaking News:

Pembangunan Sumur Resapan di Ibu Kota Tuai Kritik, Dinilai Bisa Membahayakan Pengguna Jalan

Sekretaris Jenderal Koordinator Nasional Ganjarist Kris Tjantra menyoroti pembangunan sumur resapan di berbagai ruas jalan ibu kota.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Sekretaris Jenderal Koordinator Nasional Ganjarist Kris Tjantra 

TRIBUNBANTEN.COM - Sekretaris Jenderal Koordinator Nasional Ganjarist Kris Tjantra menyoroti pembangunan sumur resapan di berbagai ruas jalan ibu kota.

Menurut dia, upaya Pemprov DKI membangun sumur resapan bertujuan baik mengingat air genangan yang timbul saat musim hujan lebih cepat meresap ke dalam tanah.

Namun, kata dia, pengendara kendaraan bermotor merasa tidak nyaman dengan tutup sumur resapan yang rentan pecah.

"Pengerjaan pengaspalan yang kembali menutup lubang sumur resapan serta permukaan jalan di sekitar sumur resapan," kata dia, dalam keterangannya, pada Jumat (10/12/2021).

Baca juga: IRT di Ciamis Ditemukan dalam Sumur 5 Meter hingga BPBD Turun Tangan, Warga Curiga Ada Unsur Sengaja

Dia mencontohkan salah satu sumur resapan yang terdapat di Jl. Lebak Bulus III, Cilandak Jakarta Selatan.

"Saya mendengar titik-titik lubang pada penutup lubang peresapan air telah tertutup akibat adanya pengerjaan proyek pengaspalan," ujarnya.

Jika hal ini tidak dirawat dengan baik, dia memprakirakan fungsi dari sumur resapan itu sendiri menjadi sia-sia.

"Harus ada kontrol yang kontinyu terhadap keberadaan lubang-lubang pada penutup maupun kepastian sumur resapan yang dibuat tidak terisi oleh material lain sehingga tidak menggangu proses peresapan air," ungkap Kris.

Begitu juga dengan penutup lubang yang jebol yang terjadi di Jl. Bona Indah, Lebak Bulus Jakarta selatan. Quality control terhadap penutup lubang sumur resapan pinta Kris juga harus diperhatikan.

"Kalau penutup lubang sumur resapan rentan pecah atau amblas, ini jelas sangat membahayakan pengendara," ujarnya.

Menurut dia, potensi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban luka maupun meninggal dunia bukan tidak mungkin terjadi.

"Jadi ada baiknya penutup lubang sumur resapan dibuat dari material tertentu yang mampu menahan beban yang sangat berat," harap Kris lagi.

Baca juga: Alhamdulillah, Korban Bencana Tsunami di Kecamatan Sumur Pandeglang Terima Bantuan Hunian Tetap

Hal lainnya yang mendapat sorotan Kris adalah kondisi permukaan jalan yang cenderung tidak rata dengan tinggi penutup lubang sumur resapan sehingga permukaan jalan cenderung menjadi bergelombang disekitar area sumur resapan.

"Permukaan jalan yang cenderung bergelombang dibahu jalan sebagai tempat lobang sumur peresapan, tentu akan memaksa pengendara untuk selalu berjalan dibagian tengah jalan," kata dia.

Hal ini, menurut dia, akan cukup berbahaya dalam berlalu lintas mengingat pengguna marka jalan akan menghindari bahu jalan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved