Breaking News:

Rencana Penyesuaian Tarif Listrik untuk 13 Golongan pada 2022, Jumlah Pelanggan Sekitar 43,46 Juta

Pemerintah berencana kembali menerapkan tariff adjustment pada semester II 2022.

dok PLN
ilustrasi 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah berencana kembali menerapkan tariff adjustment pada semester II 2022.

Penyesuaian tarif itu untuk 13 golongan pelanggan listrik non-subsidi.

Tariff adjustment umumnya disesuaikan setiap tiga bulan, bergantung pada pergerakan tiga komponen pembentuk harga, yakni nilai kurs, harga minyak, dan inflasi.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan potensi kenaikan berkisar antara 3-5 persen.

Menurut dia, komponen kenaikan terbesar adalah bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: Siap-siap Penyesuaian Tarif Listrik pada 2022, Pengusaha Minta Pemerintah Pertimbangkan Kembali

Penerapan kembali tariff adjustment bisa menjadi solusi yang tepat sebab tidak mengubah struktur tarif yang ada.

Tapi memberikan pendapatan bagi PLN dan bisa memperbaiki revenue dengan kebijakan ini.

"Inflasi tahun ini relatif serupa dengan asumsi dan nilai tukar rupiah tidak mengalami fluktuasi ekstrem," ujar Fabby kepada Kontan, Kamis (9/12/2021).

Menurut Fabby, kenaikan pendapatan penting untuk memperbaiki kondisi finansial dan meningkatkan kemampuan investasi.

Sehingga dapat membantu PLN dalam implementasi Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved