Breaking News:

Satu Bank Umum dan 16 BPR Dilikuidasi Lembaga Penjamin Simpanan pada 2005 hingga November 2021

Demi menangani simpanan bank gagal, LPS punya kewenangan khusus untuk penanganan klaim simpanan nasabah.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Karyawan melintas di depan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Kawasn SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANTEN.COM - Satu bank umum dan 116 bank perkreditan rakyat (BPR) ditutup (likuidasi) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kebanyakan yang ditutup adalah BPR.

Alasannya, kata Sekretaris LPS, Dimas Yuliharto, bank tersebut perusahaan kecil serta lemah dalam tata kelola.

"Kelemahan selalu pada tata kelola. Semakin besar perusahaan, tata kelolanya pasti diperbaiki dan disempurnakan terus. BPR tidak sempat memperbaiki tata kelola," katanya di Bandung, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Hipmi Banten Berkolaborasi dengan Bank Banten, Perkuat Ekspansi Pengembangan UMKM

BPR mencapai 1.635, yang berarti peluang bank dilikuidasi besar karena jumlahnya lebih banyak dibandingkan bank umum.

Adapun jumlah 117 bank yang dilikuidasi sejak 2005 hingga November 2021.

Menurut Dimas, 98 bank tercatat sudah selesai proses likuidasi dan 16 bank yang telah dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagian besar bank yang ditutup berasal dari Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

Demi menangani simpanan bank gagal, LPS punya kewenangan khusus untuk penanganan klaim simpanan nasabah.

Baca juga: Biaya Transfer Antar-Bank Hanya Rp 2.500, Ini Daftar Bank yang Berlaku Mulai Minggu Kedua Desember

LPS menetapkan terlebih dahulu kategori simpanan nasabah menjadi dua kategori, yakni layak bayar atau tidak layak bayar.  

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved