Breaking News:

Tak Hanya Aman dan Hemat, Konversi Elpiji ke Kompor Induksi, Subsidi Energi Lebih Tepat Sasaran

progam ini bisa juga menjadi jalan alternatif demi menyelesaikan permasalahan subsidi energi yang selama ini dinilai kurang tepat sasaran.

dokumentasi PLN
Kompor induksi tidak memancarkan api layaknya kompor gas karena menggunakan listrik sebagai energi panas. 

TRIBUNBANTEN.COM - Masyarakat kurang mampu akan mendapatkan manfaat dari program konversi kompor elpiji ke kompor induksi.

PLN sudah mulai melakukan kajian mekanismenya bagi pelanggan yang mendapat subsidi.

PLN tidak hanya berbicara meningkatkan permintaan listrik atau memangkas defisit neraca perdatangan dalma program konversi tersebut.

Namun, progam ini bisa juga menjadi jalan alternatif demi menyelesaikan permasalahan subsidi energi yang selama ini dinilai kurang tepat sasaran.

Subsidi energi naik rata-rata 3,7 persen setiap tahun.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan Digital Marketing dari PLN UID Banten

Pada 2022, diperkirakan alokasi subsidi energi naik 4,3 persen atau menjadi Rp 134 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Subsidi energi ini terdiri atas jenis BBM tertentu dan elpiji tabung 3 kilogram sebesar Rp 77,54 triliun dan listrik sebesar Rp 56,47 triliun.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan selama ini subsidi elpiji besar nilainya.

Hal itu disebabkan karena lebih banyak dinikmati kelompok yang menjadi sasaran dari subsidi ini.

"Perkiraannya sekitar 65 persen dari subsidi elpiji yang menikmati bukan kelompok miskin atau rentan miskin. Itu yang membuat negara rugi besar karena kita impor," ucapnya. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved