Breaking News:

Kasus Perdagangan Orang di Tangerang: Diiming-imingi Kerja di Timur Tengah, Ternyata

Salah satu perumahan di Desa Wanakerta, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi lokasi tempat penampungan sejumlah orang dari berbagai daerah.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Jumpa pers kasus perdagangan orang di Mapolresta Tangerang, pada Rabu (15/12/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Salah satu perumahan di Desa Wanakerta, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi lokasi tempat penampungan sejumlah orang dari berbagai daerah.

Hal itu terungkap setelah aparat Polresta Tangerang menggerebek lokasi itu pada Rabu 17 November 2021.

Hasilnya, aparat Polresta Tangerang mengamankan 2 orang yakni laki-laki berinisial AM dan perempuan berinisial UA, pasangan suami-istri.

Selain itu di rumah itu, aparat kepolisian juga menemukan 6 orang lainnya, di mana 3 di antaranya adalah perempuan.

"Setelah diperiksa, ternyata, 6 orang yang berada bersama tersangka adalah calon tenaga kerja yang dijanjikan akan bekerja di luar negeri oleh tersangka," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, saat konferensi pers di Gedung Presisi Polresta Tangerang pada Rabu (15/12/2021)

Baca juga: Artis Bella Shofie Geram Namanya Sering Dicatut untuk Penipuan di Medsos: Untung Belum Ada Korban

Kepada aparat kepolisian, tersangka AM dan UA mengaku mereka menyewa rumah untuk menampung calon tenaga kerja.

Enam orang yang dijanjikan bekerja di luar negeri mengaku sudah memberikan uang sebesar Rp20 juta per orang kepada tersangka dengan alasan untuk biaya administrasi.

"Tersangka AM dan UA menjanjikan akan memberangkatkan bekerja ke Qatar dan Turki setelah 2 minggu dari pembayaran uang tersebut, namun ternyata 6 orang tersebut sudah 2 bulan ditampung dan tidak kunjung berangkat," ujarnya.

Wahyu menambahkan, modus operandi yang digunakan kedua tersangka adalah dengan menawarkan pekerjaan sebagai tenaga kerja di luar negeri dengan tujuan Turki dan Qatar.

Para korban itu akan dipekerjakan di pabrik pengolahan makanan beku atau menjadi asisten rumah tangga.

"Agar para korban tertarik, tersangka menjanjikan upah sebesar 1.200 Dollar belum termasuk uang lembur," kata dia.

Selanjutnya tersangka juga meyakinkan korban untuk bekerja di Turki tidak harus memiliki keahlian bahasa dan tidak memerlukan keahlian khusus.

Baca juga: Dituding Melakukan Penipuan, Ustaz Yusuf Mansur Hanya Pasrah & Persilahkan Korban Lapor Polisi

Sementara itu, Kasubnit Tipidter Krimsus Satreskrim Polresta Tangerang Ipda Prasetya Bima Praelja mengatakan, timnya akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan sebagai tindak lanjut atensi Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 81 juncto Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Serta Pasal 4 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Perdagangan Manusia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved