Virus Corona
Lagi! Jemaah Umrah Indonesia Batal Berangkat 23 Desember, Khawatir Omicron
Upaya pemberangkatan calon jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci mengalami penundaan.
TRIBUNBANTEN.COM - Upaya pemberangkatan calon jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci mengalami penundaan.
Semula, pihak Kementerian Agama akan mengirimkan perwakilan dari para travel umrah pada 23 Desember 2021.
Namun, rencana itu terpaksa mengalami penundaan karena adanya varian Omicron.
Direktur Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nur Arifin, mengatakan keputusan penundaan itu diambil pada Jumat 17 Desember 2021.
"Betul (ditunda karena Omicron,-red)" ujar Arifin kepada Kompas.com (Group TribunBanten.com), pada Jumat (17/12/2021).
Baca juga: Rombongan Umrah Perdana Terbang ke Arab Saudi pada 23 Desember, Khusus untuk Penyelenggara Travel
Dia mengaku belum mendapatkan informasi kapan calon jemaah umrah itu akan berangkat.
Untuk diketahui, mulai 1 Desember 2021, penerbangan langsung dari Arab Saudi menuju ke Indonesia dibuka.
Larangan terbang atau suspend yang diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya berlaku sejak Februari 2021.
Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021.
Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.
Selain penerbangan langsung, masa karantina pun akan lebih singkat.
Arab Saudi juga tidak lagi membatasi jenis vaksin yang digunakan dan mensyaratkan penambahan vaksin dosis ketiga atau booster.
"Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id (Group TribunBanten.com), pada Jumat (26/11/2021).
Sebelumnya, Yaqut telah melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Ia mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukan selama kunjungan tersebut.
Dalam tiap kesempatan, dia menyampaikan kepada pihak Arab Saudi tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi.
"Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci," ujarnya.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan.
Nantinya hal itu akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya.
Sebelumnya, mulai 1 Desember 2021, kembali dibuka penerbangan dari Indonesia menuju ke Arab Saudi.
Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) menerbitkan aturan penerbangan itu per tanggal 25 November 2021.
Selain Indonesia, kata Menag, ada lima negara lain yang juga sudah mendapat izin masuk Saudi, yaitu: Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.
Yaqut mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya di Jeddah dan Makkah.
Pembahasan dilakukan dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi H.E Tawfiq F. Al-Rabiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/thawaf-di-kabah-haji-dan-umrah.jpg)