Breaking News:

Apindo Tolak Keras Keputusan Gubernur DKI Jakarta Naikkan UMP 2022 Sebesar 5,1% Jadi Rp 4.641.854

Apindo menolak keras keputusan kenaikan UMP sebesar 5,1 persen karena memberatkan pengusaha

Tangkapan layar channel YouTube PEMPROV DKI JAKARTA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNBANTEN.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) keberatan dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta yang merevisi kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 menjadi 5,1 persen.

Kenaikan itu menjadikan UMP DKI Jakarta 2022 Rp 4.641.854.

Sebelumnya, UMP DKI Jakarta 2022 naik 0,85 persen atau Rp 37.749 melalui Kegub Nomor 1395 Tahun 2021 soal Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2022.

Kepgub dikeluarkan pada 21 November 2021.

Wakil Ketua DPP Apindo DKI Jakarta, Nurjaman, mengatakan pihaknya menyayangkan kebijakan tersebut.

Baca juga: Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta Naik Rp 225.557 Jadi Rp 4.641.854, Gubernur Anies: Suatu Kelayakan

Apindo menolak keras keputusan kenaikan UMP sebesar 5,1 persen karena memberatkan pengusaha dan menyalahi aturan.

"Keputusan bertentangan dengan PP Nomor 36 Tahun 2021," katanya kepada Kompas.com, Minggu (19/12/2021).

PP itu menyebut seluruh pemerintah provinsi di Indonesia harus menetapkan UMP sebelum 21 November 2021.

"Sekarang merevisi kepgub. Kami sangat sayangkan karena melanggar regulasi," ucapnya.

Menurut Nurjaman, pihaknya setuju ada perubahan jika ada yang salah.

Baca juga: Minta Gubernur Banten Revisi UMK Jika Tidak Ingin Ada Demo, Presiden KSPI: Contoh Anies Baswedan!

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved