Breaking News:

Kepala BKPM: Akses Ekonomi di Indonesia Dikuasai Kelompok Kurang dari 1%

Akses ekonomi di Indonesia dikuasai oleh kelompok yang jumlahnya tidak lebih dari 1 persen.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

TRIBUNBANTEN.COM - Akses ekonomi di Indonesia dikuasai oleh kelompok yang jumlahnya tidak lebih dari 1 persen.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Untuk itu, dia menekankan, pentingnya kolaborasi antara pengusaha besar dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kenapa pentingnya kolaborasi? data kita 131 juta lapangan pekerjaan di Indonesia itu kontribusi terbesarnya itu UMKM, sebesar 120 juta,” tutur Bahlil dalam Prosesi penandatanganan komitmen kerja sama dalam program kolaborasi PMA/PMDN dengan UMKM di Bali, Sabtu (18/12).

Baca juga: Banyak Kasus Cerai karena Faktor Ekonomi, OJK Keluarkan Buku Literasi Keuangan bagi Calon Pengantin

Menurut dia, dari total unit usaha kita 99,7% itu UMKM yang jumlahnya 64 juta menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Tetapi, akses ekonomi kita dikuasai oleh kelompok yang tidak lebih dari 1%," kata dia.

Bahlil bilang, pemerintah menginginkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun tentunya pertumbuhan tersebut harus berkualitas.

Akan tetapi, kenyataannya akses ekonomi masih dikuasai sekelompok kecil pihak.

Syarat mencapai pertumbuhan ekonomi negara yang berkualitas, lanjut Bahlil harus menciptakan pemerataan pertumbuhan, termasuk UMKM di dalam harus mendapatkan dukungan.

Oleh karena itu dia menekankan pentingnya kolaborasi.

“UMKM ini kalau tidak ditolong, kalau tidak dilakukan kolaborasi dengan pengusaha besar susah untuk naik kelas, kalau tidak diberikan kesempatan. Jangan kita mulai berpikir karena kualitas mereka belum mampu. Kewajiban kita untuk membina mereka,” tambah Bahlil.

Lebih lanjut, Dia menuturkan, jumlah pengusaha di Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara di Asia lain seperti Malaysia dan Singapura.

Dengan demikian, Bahlil diberi amanat oleh Presiden Jokowi untuk menciptakan pengusaha baru terutama di daerah-daerah.

Tulisan ini sudah tayang di kontan.co.id berjudul
Bahlil Sebut Akses Ekonomi RI Yang Dikuasai Kelompok Kurang Dari 1%

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved