Komisi III DPR RI Bertandang ke Mapolda Banten, Kapolda Curhat Kurang Personel dan Minimnya Anggaran

Komisi III DPR RI Bertandang ke Mapolda Banten, Kapolda Cuthat Kurang Personel dan Minimnya Anggaran

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kapolda Banten dampingi anggota Komisi 3 DPR RI yang berkunjung ke kantornya, Selasa (21/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Setelah melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi Banten dan Kanwil Kemenkumham Banten.

Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja reses di Mapolda Banten, Selasa (21/12/2021).

Rombongan Komisi 3 DPR RI disambut langsung oleh Kapolda Banten Irjen pol Dr. Rudy Heriyanto didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari.

Turut hadir juga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung dan para Pejabat Utama Polda Banten lainnya.

Baca juga: Patungan Rp 8 Juta Beli Narkoba Jenis Gorila Seberat 117,5 Gram, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

Kunjungan kerja reses ini dalam rangka reses masa persidangan II Tahun sidang 2020-2021.

Anggota Dewan Komisi 3 DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa selaku ketua rombongan mengatakan bahwa kunjugannya kali ini untuk menampung aspirasi yang akan disampaikan pada masa sidang nanti.

Baik itu kepada Kapolri, Kemenkumham, Kejaksaam Agung maupun BNN.

Banyak persoalan yang dibahas selama di Kunker di Polda Banten, mulai dari anggaran hingga kebijakan-kebijakan yang ada di daerah.

"Salah satu contoh Kabupaten Tangerang, itu kan sebagian masuk ke wilayah hukum Polda Banten sebagian masuk ke wilayah hukum Polda DKI," ujar Desmond saat di Mapolda Banten, Selasa (21/12/2021).

Sehingga persoalan-persoalan seperti itu yang harus dicarikan solusinya.

Ia menuturkan, kebijakan atau persoalan lainnya yang menjadi kendala telah disampaikan Kapolda kepada Komisi III DPR RI.

Sehingga ketika nanti rapat, katanya, nantinya akan dibicarakan oleh Komisi III DPR RI.

Desmond juga mengapresiasi penindakan yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Banten dan BNN Provinsi Banten.

"Dari segi kebijakan patut kita apresiasi, buktinya walaupun lapas yang ada penuh dengan tahanan narkoba. Namun dari sisi pencegahan itu sangat luar biasa sekali," kata dia.

Dirinya mengaku mengapresiasi kinerja Ditnarkoba Polda Banten yang mengutamakan pencegahan daripada penindakan.

Dirinya juga mengingatkan kepada Dirnarkoba Polda Banten dan BNNP Banten.

Apabila barang tersebut berasal dari luar, agar dicegah masuk ke wilayah Banten. 

Menurutnya pencegahan over kapasitas di lapas merupakan cerminan dari penindakan.

"Agar semakin berkurang bukan semakin bertambah, dengan demikian langkah preventif dapat dikatakan berhasil,” ujarnya.

Sementara Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto menyampaikan aspirasi dan usulan terkait jumlah personel Polda Banten.

Di mana menurutnya personel Polda Banten masih sangat jauh dari ideal.

Sehingga diharapkan agar dapat dukungan dalam penambahan anggaran untuk rekrutmen personel Polda Banten. 

Baca juga: Pilu Tukang Sayur di Kota Serang, Uang Pengajuan KUR Rp 50 Juta Miliknya Hilang

“Saya berharap dengan adanya dukungan dari Komisi III DPR RI dapat menyelesaikan permasalahan terkait kekurangan jumlah personel," ujar Kapolda Banten.

Karena hingga saat ini, Polda Banten belum mencapai jumlah personel yang ideal.

Rudy menjelaskan, bahwa permasalahan itu salah satunya dikarenakan minimnya anggaran.

Baik untuk belanja modal terkait perawatan, maupun pembangunan gedung Polsek.

Termasuk rumah dinas yang sudah rusak atau tidak layak.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved